Upaya penanganan invasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan langsung Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kegiatan ini dirancang mencakup seluruh wilayah administratif ibu kota.
“Jadi untuk pembersihan ikan sapu-sapu akan dilakukan di lima kota. Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/4).
Ia menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan sesuai penugasan yang diatur oleh jajaran birokrasi terkait.
“Sedangkan saya sendiri, tergantung nanti Kepala Biro KDH mau ngatur di sana,” ujar Pramono.
“Saya selama ini ikut Kepala Biro KDH aja, ditugaskan di mana saya ikut aja,” sambungnya.
Sebelumnya, operasi penangkapan ikan sapu-sapu telah digelar di Kali Cideng, Menteng, Jakarta Pusat, dengan melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari Dinas KPKP dan Gulkarmat. Dari operasi tersebut, sebanyak 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil diamankan.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menekan penyebaran spesies invasif di sungai-sungai Jakarta. Kegiatan serupa juga telah dilakukan di Kali Ciliwung.
Pramono menegaskan bahwa ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius bagi ekosistem sungai karena sifatnya yang invasif dan merusak.
“Apalagi ini kan ikan yang berasal dari Amerika Selatan, mereka sangat kuat dan kemudian menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya. Makanannya diambil semua dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” jelas Pramono.
Selain upaya pemerintah, warga juga turut ambil bagian dalam pemberantasan ikan tersebut. Salah satunya Arief Kamarudin di Lenteng Agung yang rutin menangkap ikan sapu-sapu di aliran Sungai Ciliwung.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus menjadi contoh penanganan spesies invasif di daerah lain.