Kamis, Mei 28, 2026

Kethoprak Pati, Surga Seni Tradisional di Tengah Gempuran Modernitas

MELIHAT INDONESIA, PATI – Di tengah derasnya arus modernitas, seni tradisional tetap menemukan jalannya untuk bertahan. Salah satunya adalah kethoprak, seni drama tradisional Jawa yang menjadi denyut nadi kebudayaan Mataraman. Dengan kombinasi seni peran, lagu Jawa, dan iringan gamelan, kethoprak menyuguhkan kisah-kisah heroik ksatria dan bangsawan Jawa yang kaya akan nilai sejarah dan filosofi.

Dalam perkembangannya, kethoprak dibagi menjadi tiga kategori utama: lakon Majapahit, Demak, dan Pajang-Mataram. Tiap kategori memiliki keunikan dalam tema, kostum, dan ornamen pementasannya. Lakon-lakon ini biasanya merujuk pada Babad Tanah Djawi, yang kemudian diperkaya dengan cerita pemanis untuk meningkatkan daya tarik pementasan.

Pati, Kota Kethoprak yang Melegenda

Kabupaten Pati, sebuah kota pesisir di Jawa Tengah, menjadi episentrum perkembangan kethoprak hingga dijuluki “Kota Kethoprak.” Uniknya, meskipun jauh dari pusat kebudayaan Keraton Solo dan Yogyakarta, Pati mampu mengembangkan kethoprak menjadi ikon budaya lokal yang membanggakan.

Kehidupan kethoprak di Pati bahkan terus bertahan di tengah tekanan seni modern. Saat ini, ada sekitar 40 grup kethoprak aktif yang melayani berbagai permintaan pentas, di antaranya Cahyo Mudho, Langen Marsudi Rini, hingga Wahyu Budoyo. Beberapa grup ini bahkan berhasil mematok harga tinggi, seperti grup Wahyu Budoyo yang mematok Rp 22 juta sekali pentas.

Kethoprak Pati: Kampung atau Bisnis?

Menurut Juwartono, seniman senior dari grup Sapta Mandala, kethoprak di Pati terbagi menjadi dua jenis, yaitu kethoprak kampung dan kethoprak juragan. Kethoprak kampung lebih bersifat tradisional, didirikan oleh masyarakat desa untuk acara seperti sedekah bumi atau laut. Sebaliknya, kethoprak juragan digerakkan oleh seniman profesional dengan tujuan bisnis. Jenis kedua inilah yang menjadi tulang punggung keberlangsungan kethoprak di Pati.

Juwartono menambahkan bahwa eksistensi kethoprak di Pati juga didukung oleh tradisi lokal seperti sedekah bumi. Setiap desa di Pati biasanya mementaskan kethoprak sebagai bagian dari puncak acara, mempererat hubungan antara seni dan budaya masyarakat.

Peran Seniman dalam Menjaga Tradisi

Ruslan Hadi, pendiri grup Wahyu Budoyo, pernah mengungkapkan bahwa apresiasi masyarakat menjadi faktor utama bertahannya kethoprak di Pati. Meskipun kesenian ini mulai memudar di daerah lain, di Pati justru semakin berkembang. “Mrojol soko selaning agaru,” ungkapnya, menggambarkan bagaimana kethoprak justru tumbuh subur di tengah kesenian modern yang lebih praktis.

Selain Ruslan, Roziyanto, ketua grup Kethoprak Pati Utomo, turut mengangkat sisi bisnis dari kesenian ini. Dengan latar belakang sebagai mantan TKI, ia mendirikan grup kethoprak yang kini menjadi salah satu grup terkemuka. Dengan strategi mempekerjakan seniman senior, Roziyanto berhasil mempertahankan minat masyarakat pada pementasan tradisional.

Tema dan Lakon Kethoprak Pati

Lakon-lakon yang dimainkan grup kethoprak di Pati sangat beragam, mulai dari Syekh Jangkung, Bedhahing Ngerum, hingga Sultan Agung Tani. Namun, ada beberapa lakon yang dihindari karena dianggap sensitif, seperti Syekh Siti Jenar dan Arya Penangsang Gugur. Sensitivitas ini dipengaruhi oleh mitos dan kepercayaan lokal yang masih kuat di wilayah Pati dan sekitarnya.

Minimnya Dukungan Pemerintah

Meskipun kethoprak menjadi bagian penting budaya Pati, para seniman mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah. Menurut mereka, keberlangsungan kesenian ini lebih banyak bergantung pada inisiatif komunitas seniman dan masyarakat. Namun, justru inilah yang membuat kethoprak di Pati terus bertahan.

Kethoprak Pati adalah bukti bagaimana seni tradisional bisa tetap hidup dan relevan. Di tengah gempuran kesenian modern, kethoprak pesisiran tetap menjadi ruang ekspresi, hiburan, sekaligus kebanggaan lokal. Bagi masyarakat Pati, kethoprak bukan sekadar seni, melainkan jiwa yang terus menyala, menjaga tradisi di tengah perubahan zaman. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.