Jumat, Mei 8, 2026

Terinspirasi Kisah Ashabul Kahfi, Dua Pesantren Ciptakan Tempe Higienis Tahan Lama

MELIHAT INDONESIA, BANJARNEGARA – Tempe telah lama menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia. Selain harganya terjangkau dan bergizi, tempe juga menjadi pilihan utama bagi banyak orang, termasuk vegan dan vegetarian. Namun, bagaimana jika tempe bisa bertahan hingga bertahun-tahun tanpa kehilangan kualitas dan rasanya?

Dua pondok pesantren di Indonesia berhasil menciptakan tempe higienis yang tidak hanya sehat tetapi juga tahan lama dan siap untuk diekspor. Pondok Pesantren Alif Baa Banjarnegara berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Taruna Al Qolam Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam mengembangkan teknologi produksi tempe berkualitas tinggi.

KH Khayatul Maki atau Gus Khayat, Pengasuh Ponpes Alif Baa Banjarnegara, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk mencetak santripreneur yang mampu memproduksi makanan higienis hingga ke tingkat internasional.

“Kami ingin para santri memiliki keterampilan menghasilkan makanan sehat dan higienis. Produksi tempe ini berbeda dari yang ada di pasaran karena benar-benar menerapkan standar kebersihan yang tinggi,” ujar Gus Khayat.

Ia menjelaskan bahwa jika produksi ini bisa memenuhi kebutuhan internal pesantren, maka langkah selanjutnya adalah memasarkannya lebih luas, bahkan hingga ekspor. Dengan teknologi yang digunakan, tempe ini tetap berkualitas meskipun disimpan dalam waktu lama.

Gus Khayat juga membuka peluang bagi pesantren lain untuk belajar dan menerapkan metode produksi yang sama. “Kami siap melatih siapa saja yang ingin belajar, terutama dari pesantren lain. Harapan kami, setiap pesantren bisa menjadi produsen tempe berkualitas, dari skala lokal hingga internasional,” tambahnya.

Ustadz Ari Handoko, Pengasuh Ponpes Taruna Al Qolam, menambahkan bahwa tempe yang diproduksi dengan metode ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan tempe biasa, terutama dalam aspek higienitas dan perlakuan terhadap kedelai.

“Kami benar-benar memperhatikan higienitas dalam setiap tahap produksinya. Ini bukan sekadar tempe biasa, tetapi tempe yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi,” ujar Ustadz Ari.

Pengalamannya sebagai mentor produksi tempe higienis telah membawanya ke berbagai negara seperti Eropa, Amerika, dan Asia untuk mengajarkan teknik ini. Namun, ia tetap memilih untuk mengembangkan ilmunya di dalam negeri, khususnya di lingkungan pesantren.

Menurutnya, pesantren-pesantren besar di Sumatera Utara yang telah menerapkan metode ini mampu menghemat hingga Rp30 juta per bulan dalam pengeluaran konsumsi santri.

Apa rahasia di balik tempe yang bisa bertahan lebih dari satu tahun? Ustadz Ari menyebut bahwa kuncinya terletak pada kebersihan dan perlakuan khusus terhadap kedelai yang telah diuji di berbagai laboratorium di Sumatera.

“Pemilihan kedelai sangat ketat. Kami tidak menggunakan kedelai yang rusak. Semua peralatan berbahan stainless steel, suhu ruangan penyimpanan dikontrol ketat, dan kemasan menggunakan plastik khusus untuk makanan,” jelasnya.

Inspirasi utama di balik temuan ini ternyata berasal dari kisah Ashabul Kahfi yang tertidur selama 309 tahun dalam keadaan tetap utuh. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 10-11:

(10) إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

(11) فَضَرَبْنَا عَلَىٰ آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا

Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun.

“Kami mengambil inspirasi dari kisah tersebut, bagaimana makhluk hidup bisa tetap utuh selama ratusan tahun. Begitu pula dengan tempe yang kami produksi, tetap segar tanpa mengubah bentuk dan rasa,” tandas Ustadz Ari.

Menariknya, meskipun kualitasnya jauh lebih baik, harga tempe ini tetap terjangkau, sebanding dengan tempe biasa. “Tujuan kami adalah menyediakan tempe yang sehat dan bergizi, baik untuk santri maupun masyarakat luas,” tutup Gus Khayat. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.