Kamis, April 30, 2026

Geger Gua Pamijahan, Benarkah Ada Jalan Tembus ke Mekkah?

MELIHAT INDONESIA, TASIKMALAYA – Sebuah gua di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, beredar klaim bahwa gua ini merupakan jalur rahasia yang bisa langsung menuju Mekkah, Arab Saudi.

Namun, benarkah cerita tersebut?

Diketahui, gua ini bernama Gua Safawardi atau lebih dikenal sebagai Gua Pamijahan. Lokasinya berada di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, dan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi peziarah.

Dalam sebuah video yang viral, terlihat antrean masyarakat yang tengah melakukan ziarah ke patilasan seorang wali Allah, yakni Syekh Abdul Muhyi. Ia adalah murid dari Syekh Abdul Qodir Jaelani, sosok ulama besar yang memiliki pengaruh dalam sejarah Islam.

Kasepuhan Pamijahan, Kiai Endang Adjidin, menjelaskan bahwa Gua Pamijahan bukan sekadar tempat wisata, melainkan saksi sejarah penyebaran Islam di wilayah Tasikmalaya. Konon, gua ini menjadi tempat berkumpulnya para wali dalam perjalanan dakwah mereka.

“Dulu, gua ini menjadi tempat berkhalwat (beribadah secara khusus) bagi Syekh Abdul Muhyi. Bahkan, ada sejarah yang menyebutkan bahwa gua ini pernah digunakan oleh Syekh Abdul Qodir Jaelani,” ujar Kiai Endang, Senin (10/2/2025).

Menariknya, di dalam gua terdapat beberapa lorong yang konon menjadi jalur para wali yang hendak berdakwah ke berbagai daerah seperti Banten, Cirebon, dan Surabaya. Tak hanya itu, ada pula mitos yang menyebutkan bahwa lorong-lorong ini bisa menghubungkan langsung ke Mekkah.

Cerita ini terus berkembang di kalangan peziarah, sehingga menarik banyak orang untuk datang. Namun, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, para penjaga gua akhirnya memutuskan untuk menutup lorong tersebut dengan teralis besi.

“Memang sejak dulu cerita ini sudah ada dan dipercaya turun-temurun. Tapi, untuk menghindari kesalahpahaman, lorong itu sekarang sudah ditutup,” jelas Kiai Endang.

Selain mitos jalur ke Mekkah, gua ini juga memiliki fenomena unik lainnya. Pada dinding gua terdapat lekukan yang menyerupai kopiah haji. Konon, jika kepala seseorang pas dengan lekukan itu, ia dipercaya akan segera berangkat haji.

Tak hanya itu, di dalam gua terdapat sumber air yang tak pernah kering, meskipun musim kemarau panjang melanda. Air ini biasa digunakan para peziarah untuk berwudu dan diyakini memiliki berkah layaknya air zam-zam di Mekkah.

“Sejak dulu, para wali dan Syekh Abdul Muhyi menggunakan air ini untuk bersuci. Alhamdulillah, sampai sekarang airnya tetap jernih dan tidak pernah surut,” tambahnya.

Tak jauh dari gua, sekitar satu kilometer dari lokasi, terdapat kompleks makam Syekh Abdul Muhyi dan para muridnya. Sebelum masuk ke gua, para pengunjung diwajibkan untuk berziarah terlebih dahulu ke makam tersebut sebagai bagian dari tradisi.

“Sebelum masuk gua, peziarah harus mengumandangkan azan terlebih dahulu. Baru setelah itu, mereka dipandu untuk menelusuri bagian dalam gua,” ungkapnya.

Salah satu peziarah, Uni Furqon (38), mengaku tertarik mengunjungi Gua Pamijahan untuk mengenang perjalanan dakwah para wali.

“Bagi saya, cerita jalur ke Mekkah ini mungkin bisa saja terjadi bagi para wali karena mereka memiliki kedekatan khusus dengan Allah. Tapi untuk orang biasa seperti saya, mungkin hanya bisa mengikuti jejak sejarah mereka,” katanya.

Meskipun cerita tentang gua ini terus berkembang, faktanya hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membenarkan klaim bahwa lorong gua benar-benar bisa menembus Mekkah.

Namun, mitos yang menyelimuti Gua Pamijahan tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah yang ingin mengenal lebih jauh sejarah Islam di Tasikmalaya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.