MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Badan Pusat Statistika (BPS) mengungkap, Tiongkok masih menjadi negara pengimpor barang terbanyak ke Jawa Tengah pada Januari 2025.
“Pangsa impor nonmigas Jateng didominasi dari Tingkok senilai 423,65 juta dolar AS,” jelas Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih saat memaparkan perkembangan ekspor impor, secara daring pada Senin (17/2/2025).
Persentase impor dari Negeri Tirai Bambu ini bahkan mencapai 60,54 persen atau lebih dari separuh akumulasi negara-negara pengimpor di Jateng.
Endang menjelaskan, komoditas yang diimpor Jateng dari Tiongkok mayoritas berupa mesin dan peralatan mekanik; mesin dan perlengkapan elektrik; hingga kendaraan.
Banyaknya jumlah barang yang diimpor ke Jateng bahkan menjadikan Tiongkok sebagai negara penyumbang defisit terbesar di Jateng.
Kemudian, negara pengimpor barang terbanyak kedua adalah Amerika Serikat senilai 36,63 juta dolar AS atau 5,23 persen. Barang yang diimpor dari AS didominasi biji dan buah mengandung minyak hingga sisa industri makanan.
Meskipun begitu, sisi lain AS menjadi negara tujuan ekspor terbanyak dari Jateng, mencapai 46,58 persen. Komoditas ekspor utamanya berupa pakaian dan asesorisnya hingga pakaian dan barang rajutan.
Endang melanjutkan, negara pengimpor terbanyak ketiga di Jateng adalah Thailand sebanyak 32,77 juta dolar AS atau 4,68 persen dari total impor. Dari Thailand, Jateng mayoritas mengimpor gula, plastik, dan barang dari plastik.
Selebihnya Jateng mendatangkan barang dari negara lain. “Ada dari Vietnam, Hongkong, India, Taiwan, dan lain-lain,” imbuhnya. (*)