Jumat, April 17, 2026

Ajudan Kapolri Arogan, Pukul dan Ancam Keselamatan Jurnalis di Semarang

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Sejumlah jurnalis mengalami perlakuan kasar saat meliput agenda Kapolri yang tengah meninjau arus balik di Stasiun Tawang Kota Semarang, Sabtu (5/4/2025) petang.

Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Kala itu sejumlah jurnalis dan humas berbagai lembaga mengambil foto dari jarak yang wajar.

Namun, salah satu ajudan tersebut kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar.

Mengetahui hal itu, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar, menyingkir dari lokasi tersebut menuju sekitar peron.

Sesampainya di peron, Makna malah didatangi ajudan Kapolri sembari melakukan kekerasan. Makna dipukul pada bagian kepalanya.

Usai pemukulan itu, ajudan Kapolri tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, “kalian pers, saya tempeleng satu-satu!”

Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik–namun korban belum bersedia disebutkan identitasnya.

Menyikapi kejadian tersebut, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang turun tangan.

Dua organisasi konstituen Dewan Pers tersebut mengecam kekerasan terhadap jurnalis di Semarang oleh ajudan Kapolri

“Tindakan tersebut menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman,” ujar Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana, Minggu (6/4/2025).

Dhana menegaskan, peristiwa kekerasan tersebut merupakan pelanggaran Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

PFI Semarang dan AJI Semarang menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku kekerasan terhadap jurnalis serta memberi sanksi kepada pelaku.

“Polri harus memberikan sanksi kepada anggota pelaku kekerasan terhadap jurnalis tersebut. Polri harus mau belajar agar tak mengulangi kesalahan serupa,” tegasnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.