Kabupaten Klaten resmi memiliki kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di 401 desa. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyatakan keberadaan KDMP ini akan dimaksimalkan sebagai motor penggerak kesejahteraan warga desa.
“Setelah kemarin kita sudah berproses, 401 desa sudah kelembagaannya resmi. Dibantu dari Bank Jateng dan juga Bapak Gubernur,” ujar Hamenang saat ditemui di Kantor KDMP Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten.
Dari jumlah tersebut, sekitar 10 koperasi desa sudah mulai beroperasi, dan Pemkab Klaten berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar seluruh koperasi segera aktif.
“Kalau totalnya kemarin baru sekitar 10-an yang sudah operasional. Tapi 401 sudah terbentuk dan berbadan hukum semuanya,” jelasnya.
Langkah strategis lainnya, Pemkab Klaten akan melakukan pemetaan potensi unggulan setiap desa guna menghindari tumpang tindih dengan BUMN atau usaha warga yang sudah berjalan.
“Kita akan berkonsolidasi, kita mapping potensi-potensi yang ada di Kabupaten Klaten. Kata kuncinya, jangan berbenturan dengan BUMN dan usaha warga yang sudah jalan. Tidak semuanya bisa (dijalankan seragam), tergantung potensi desa masing-masing,” tegas Bupati.
Untuk mempercepat operasional koperasi desa, Satgas Koperasi Desa telah dibentuk di tingkat kabupaten.
“Insyaallah karena Satgas sudah dibentuk dan bertugas di Klaten, nanti kita akan dorong. Harapannya tentu agar bisa membantu warga masyarakat semakin sejahtera,” katanya optimis.
Hamenang juga menyambut baik dukungan dari pihak perbankan, khususnya bank Himbara yang membuka akses pendanaan.
“Apalagi bank Himbara sudah terbuka dalam hal pendanaan. Insyaallah ke depan bisa lebih cepat. Kalau kata Bapak Presiden, harus selesai semua, ya bismillah saja,” tuturnya.
Bupati berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi tulang punggung penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Klaten.
“Harapannya tentu dengan adanya Kopdes ini bisa membantu desa untuk kemudian bergeliat, masyarakatnya semakin sejahtera, akhirnya Kabupaten Klaten makin bersinar,” pungkas Hamenang.
Peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi rakyat Indonesia. Inisiatif besar ini diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan dukungan penuh lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Tim Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang solid terdiri dari berbagai kementerian dan instansi seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal, serta didukung kolaborasi perusahaan BUMN dan lembaga keuangan terkemuka seperti PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina, Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank Syariah Indonesia, dan lainnya.
Kolaborasi strategis ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong koperasi desa menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi nasional dari akar rumput.