Jumat, April 3, 2026

Prabowo Ubah Aturan! WNA Kini Bisa Jadi Bos BUMN

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa pemerintah kini membuka peluang bagi warga negara asing (WNA) untuk menempati posisi pimpinan di perusahaan BUMN.

Kebijakan ini disampaikan saat Prabowo berdialog dengan Chairman dan Editor in Chief Forbes, Steve Forbes, dalam acara Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025.

Dalam forum tersebut, Prabowo menjelaskan langkah-langkah reformasi tata kelola BUMN yang sedang dilakukan pemerintah.

Salah satu fokus utamanya adalah pengurangan jumlah BUMN yang dianggap terlalu banyak dan tidak efisien.

Ia menyebut telah meminta kepada pimpinan Danantara, badan yang membawahi BUMN, untuk memangkas jumlah perusahaan pelat merah dari sekitar 1.000 menjadi hanya 200 hingga 240.

Tujuannya agar manajemen BUMN lebih ramping dan sesuai dengan standar bisnis internasional.

Prabowo menegaskan bahwa penerapan standar global dalam pengelolaan BUMN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan imbal hasil perusahaan.

“Saya rasa saya sudah memberitahu manajemen Danantara untuk menjalankannya dengan standar bisnis internasional. Dengan begitu, hasil 1 persen atau 2 persen bisa meningkat,” ujarnya.

Selain perampingan, Prabowo juga menyoroti pentingnya perekrutan talenta terbaik tanpa memandang kewarganegaraan.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengubah peraturan sehingga ekspatriat atau non-WNI kini dapat memimpin BUMN Indonesia.

“Kita bisa mencari orang-orang terbaik, dan saya sudah mengubah peraturannya. Sekarang ekspatriat bisa memimpin BUMN kita. Jadi saya sangat bersemangat,” katanya.

Kebijakan ini sudah mulai diterapkan di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Dua eksekutif asing resmi bergabung ke jajaran direksi, yakni Neil Raymond Mills, mantan bos Green Africa Airways, sebagai Direktur Transformasi, dan Balagopal Kunduvara, petinggi Singapore Airlines, sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Penunjukan keduanya disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari yang sama.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan membawa BUMN Indonesia bersaing di level global.

Menurutnya, visi Presiden adalah menjadikan BUMN sebagai “global champion” dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Kita ingin ada pemimpin berskala internasional di BUMN agar bisa bersaing di dunia. Tapi tetap, prioritas pertama tetap talenta lokal dan diaspora Indonesia,” ujar Pandu.

Prabowo berharap langkah ini dapat menjadikan BUMN lebih efisien, kompetitif, dan mampu menembus pasar internasional.

Ia juga menilai keterlibatan ekspatriat dapat membuka peluang kolaborasi lintas negara yang strategis bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.