Minggu, April 26, 2026

Di Tengah Ancaman Trump dan Kritik Israel, Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York

Zohran Mamdani memenangkan pemilihan Wali Kota New York City pada Selasa (4/11) waktu setempat, menjadikannya wali kota Muslim pertama di kota terbesar Amerika Serikat tersebut. Politikus sosialis berusia 34 tahun itu mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo dari Partai Demokrat, serta calon dari Partai Republik Curtis Sliwa.

Dalam jajak pendapat terbaru, Mamdani meraih sekitar 44% suara, unggul beberapa poin dari Cuomo, sementara Sliwa memperoleh 24% suara. Kemenangannya dianggap mengejutkan banyak pihak karena ia sempat menjadi sasaran serangan politik dari berbagai kalangan, termasuk Presiden AS Donald Trump.

Trump berulang kali menyerang Mamdani dengan menyebutnya “pembenci Yahudi”. “Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang yang terbukti dan mengaku MEMBENCI YAHUDI, adalah orang bodoh,” tulis Trump di media sosial beberapa waktu lalu. Ia juga mengancam akan menahan dana federal bagi New York jika Mamdani terpilih. “Jika kandidat komunis Zohran Mamdani memenangkan pemilihan wali kota New York City, sangat kecil kemungkinan saya akan menyalurkan dana federal selain dalam jumlah paling minimal sebagaimana diwajibkan,” ujar Trump di Truth Social seperti dikutip The Guardian.

Menurut Profesor Grant Reeher dari Universitas Syracuse, kemenangan Mamdani berpotensi memicu ketegangan dengan Gedung Putih. “Trump akan memperlakukan New York City dengan lebih agresif. Akan ada semacam pertarungan politik,” ujarnya.

Kemenangan Mamdani juga mendapat tanggapan keras dari luar negeri. Menteri Diaspora Israel Amichai Chikli menyebutnya sebagai “pendukung Hamas” dan menyerukan agar komunitas Yahudi di New York mempertimbangkan pindah ke Israel. “Kota yang dulu menjadi simbol kebebasan dunia kini menyerahkan kuncinya kepada seorang pendukung Hamas,” tulis Chikli di platform X. Ia menambahkan, “New York tidak akan pernah sama lagi, terutama bagi komunitas Yahudinya. Kota ini berjalan dengan mata terbuka menuju jurang yang sudah lebih dulu dijatuhkan London.”

Chikli juga mengajak warga Yahudi untuk “menjadikan tanah Israel sebagai rumah baru mereka.”

Zohran Mamdani dikenal sebagai politikus berhaluan kiri yang pro-Palestina. Ia secara terbuka menyebut Israel sebagai “rezim apartheid” dan menggambarkan perang di Gaza sebagai “genosida.” Meski demikian, ia juga menentang antisemitisme selama masa kampanyenya.

Selama kampanye, Mamdani menekankan pengurangan biaya hidup di New York, membangun dukungan lewat gaya santai dan citra ramah di media sosial. Ia akan resmi dilantik sebagai Wali Kota New York pada Januari 2026, menandai babak baru dalam sejarah politik kota metropolitan tersebut.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.