Kebijakan pengadaan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perbincangan publik. Setelah sebelumnya disorot karena pembelian motor listrik dalam jumlah besar, kini perhatian tertuju pada belanja kaos kaki yang menelan anggaran miliaran rupiah.
BGN tercatat mengalokasikan dana sebesar Rp6,9 miliar untuk pengadaan kaos kaki. Dari data yang beredar, jumlah yang dibeli mencapai sekitar 17.000 pasang dengan harga per pasang hingga Rp100.000 melalui e-katalog.
Kondisi ini memicu reaksi dari masyarakat yang menilai penggunaan anggaran tersebut tidak tepat sasaran, terlebih di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menuai pro dan kontra.
Sorotan terhadap BGN sebelumnya juga muncul dari pengadaan motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jumlahnya mencapai puluhan ribu unit dengan harga per unit mendekati Rp50 juta, sehingga menyedot anggaran dalam jumlah besar.
Menariknya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa pengajuan anggaran untuk motor listrik dan komputer sebenarnya sempat diajukan oleh BGN pada tahun sebelumnya, namun tidak disetujui.
Meski demikian, belakangan diketahui BGN tetap menyiapkan pengadaan motor listrik dalam jumlah besar untuk kebutuhan operasional Kepala SPPG.
Rangkaian pengadaan ini memunculkan pertanyaan publik terkait arah dan prioritas penggunaan anggaran, terutama dalam kaitannya dengan tujuan utama program MBG yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
Sorotan ini menegaskan pentingnya transparansi dan ketepatan prioritas dalam penggunaan anggaran negara agar benar-benar menyentuh kebutuhan utama masyarakat.