Kamis, April 16, 2026

Gagal Capai Deal, Iran Sebut Syarat AS Terlalu Berat Dalam Negosiasi Selama 21 Jam

Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam. Kedua pihak gagal menyatukan pandangan dalam sejumlah isu penting.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut tuntutan AS menjadi salah satu penyebab kebuntuan, meski di beberapa hal sudah ada titik temu.

“Wajar jika sejak awal kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu pertemuan,” kata Baqaei dilansir dari Tasnim, Minggu (12/4/2026).

“Tidak ada yang mengharapkan itu juga,” lanjut dia.

Ia menjelaskan, suasana perundingan masih diliputi ketidakpercayaan, terlebih setelah konflik yang berlangsung selama 40 hari. Salah satu isu yang memperumit pembahasan adalah Selat Hormuz.

“Beberapa isu baru, seperti isu Selat Hormuz, ditambahkan ke dalam negosiasi ini, yang masing-masing memiliki kompleksitasnya sendiri,” urainya.

Baqaei menegaskan Iran tetap mengutamakan kepentingan nasional dalam diplomasi.

“Dalam situasi apapun, aparat diplomatik harus memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat Iran,” ucapnya.
Ia menambahkan, diplomasi akan tetap dilanjutkan ke depan.

“Alat ini digunakan untuk melindungi kepentingan nasional, dan para diplomat harus menjalankan tugas mereka baik di masa perang maupun damai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut kegagalan terjadi karena Iran menolak persyaratan yang diajukan.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan,” kata Vance dalam konferensi pers dari Islamabad, Minggu (12/4/2026).

”Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” lanjut dia.

Ia menegaskan AS tidak akan berkompromi pada batasannya, terutama terkait isu nuklir.

“Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami, hal-hal apa yang bersedia kami akomodasi dan hal-hal apa yang tidak bersedia kami akomodasi,” ucap Vance.

”Dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin, tetapi mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami,” lanjut dia.

“Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir, dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir,” kata Vance.

“Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat. Dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” ujarnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.