Keterbatasan anggaran membuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan optimal, khususnya dalam aspek pengujian keamanan makanan. Badan Pengawas Obat dan Makanan mengungkapkan bahwa hingga kini mereka belum dapat melakukan uji sampel langsung di lapangan.
Dari total kebutuhan anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah, BPOM baru menerima sekitar Rp2,9 miliar. Sementara itu, pengajuan tambahan anggaran hingga ratusan miliar rupiah disebut masih belum bisa digunakan atau dicairkan.
“BPOM mengakui belum pernah melakukan uji sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah pencegahan keracunan karena anggaran belum tersedia.”
Akibat keterbatasan tersebut, pengujian keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat melalui program MBG belum dilakukan secara langsung. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan celah dalam upaya pencegahan risiko keracunan.
“Sambil menunggu anggaran, BPOM baru bisa melakukan penelitian di laboratorium untuk mencari penyebab jika terjadi kasus keracunan.”
Situasi ini memunculkan kekhawatiran terkait efektivitas pengawasan dalam program yang menyasar masyarakat luas. Diperlukan dukungan anggaran yang memadai agar langkah preventif dapat dilakukan secara maksimal, bukan hanya bersifat reaktif setelah kejadian.