Kamis, April 30, 2026

Kekerasan Daycare di Banda Aceh Disorot, Rektor UIN Tekankan Pengawasan

Kasus dugaan kekerasan terhadap balita di daycare Banda Aceh mendapat perhatian serius dari Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Mujiburrahman. Ia menilai peristiwa ini berdampak besar pada kondisi anak.

“Anak-anak yang mengalami trauma psikis dan fisik tentu akan bermasalah dalam proses tumbuh kembangnya. Ini tidak bisa kita abaikan,” kata Prof Mujib saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV di Baby Preneur Daycare viral di media sosial, yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap balita berusia 18 bulan. Polisi telah menetapkan pengasuh berinisial DS (24) sebagai tersangka.

Menurut Prof Mujib, kasus ini menunjukkan persoalan sistemik, mulai dari kompetensi pengasuh hingga lemahnya pengawasan dan regulasi. Ia pun mendorong pemerintah daerah memperketat pengawasan dan menegakkan sanksi.

“Memastikan pengawasan rutin berjalan efektif, serta menegakkan sanksi tegas terhadap pelanggaran,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya standar minimum layanan daycare serta sistem pelaporan yang transparan. Orang tua diminta lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak.

UIN Ar-Raniry, lanjutnya, siap berkolaborasi meningkatkan kualitas PAUD, termasuk melalui program RPL bagi guru yang belum sarjana.

“Sebagian besar guru PAUD masih lulusan SMA. Melalui RPL, kita berikan kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka,” katanya.


Prof Mujib menegaskan peningkatan kualitas SDM menjadi kunci pencegahan kekerasan di daycare.

“Daycare bukan sekadar tempat menitipkan anak, tetapi ruang penting bagi tumbuh kembang mereka. Karena itu, aspek keamanan dan kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat demi melindungi tumbuh kembang anak.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.