Sabtu, April 18, 2026

Kelompok Seni Dari Poliwali Mandar Menjadi Peserta Terjauh Di Festival Bambangan Cakil Pengkoljagong

BLORA – Mempuh perjalanan ribuan kilometer untuk hadiri Festival Bambangan Cakil (FBC) 2020, kelompok Seni dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini menjadi peserta paling jauh. Festival Bambangan Cakil 2020 ini digelar selama 10 hari terhitung mulai 21 Desember hingga 31 Desember 2020 bertempat di Balai Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Blora – Jawa Tengah.

Festival yang baru pertama kali diselenggarakan di desa tersebut bisa disaksikan dari rumah, karena masih masa pandemi maka penyelenggara memanfaatkan kanal Youtube, Facebook untuk live acara tersebut atau digelar secara Virtual.

Seperti yang ditunjukkan para penari dari Polewali Mandar Sulawesi Barat. Rombongan Sulawesi Barat tiba di lokasi acara, Balaidesa Pengkoljagong pada Selasa (22/12) sore.

Segera, seluruh rombongan menjalani pemeriksaan temperatur tubuh kemudian beristirahat dan membersihkan diri di lokasi transit yang telah disediakan panitia.

Selepas magrib, tim tari Sulawesi Barat mengikuti agenda ramah tamah bersama Kepala Desa (Kades) Pengkoljagong di Pendopo Kridha Manggala Balaidesa Pengkoljagong dengan tetap menjalankan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Dalam sesi ramah tamah tersebut, tuan rumah FBC dan delegasi tari Sulawesi Barat saling bertukar cerita.

Berbagai sajian khas pedesaan disajikan dalam ramah tamah tersebut, disajikan pula produk UMKM Pengkoljagong seperti Wedang Secang kepada delegasi tari tersebut.

“Ini sekaligus menjadi ajang promosi UMKM buatan warga desa. Kita ingin mendongkrak perekonomian warga melalui festival ini,” harap Kades Pengkoljagong, Sugiyono.

Tak hanya itu, kedatangan para penari dari Sulawesi Barat juga disambut para seniman lukis dari Blora. Para pelukis Blora membuat mural yang menggambarkan perjalanan para seniman Sulawesi menuju Jawa dengan mengendarai kapal.

“Ini sambutan dan ucapan selamat datang kami kepada delegasi tari dari Sulawesi Barat. Kita lukis pada bidang tembok depan balaidesa,” terang seniman mural Blora, Mei Candra.

Di sisi lain, perwakilan delegasi tari dari Sulawesi Barat, Anddi Idham Jasin menilai FBC 2020 merupakan festival yang luar biasa. Pihaknya berharap dengan mengikuti festival ini dapat menambah pengalaman sekaligus belajar tarian Jawa. “Ini even yang luar biasa. Sekelas desa bisa membuat acara yang berskala nasional. Ini juga merupakan kesempatan bagi kami untuk belajar tarian khas Jawa, khususnya Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sulawesi Barat mengirim 9 tim tari. Terdiri atas 5 penari untuk kategori umum dan 4 tim tari untuk kategori pelajar. Lima tim kategori umum meliputi Sanggar Tie Tie, Sanggar Titie Mandar, dan Sanggar Seni Sipatuo Mammesa. Kemudian, Sanggar Seni Sureq Mariri serta Sanggar Seni Sureq Salaka.

Sedangkan untuk kategori pelajar meliputi Sanggar Sulapa Appe, Sanggar Kalaki, Studio Tari 417, dan Sanggar Kala_Q Mandar. Studio Tari 417 tampil hari ini, Rabu (23/12) dengan tarian Bambangan Cakil.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.