Jumat, Juli 3, 2026

BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau Mundur, untuk Wilayah Mana Saja?

MELIHAT INDONESIA – Awal musim kemarau pada 2024 di sejumlah wilayah Indonesia diprediksi akan mundur, dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, sebagian wilayah justru akan mengalami puncak musim kemarau lebih cepat.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Wilayah yang awal musim kemaraunya diprediksi mundur antara lain sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, dan sebagian besar Kalimantan.

Wilayah lain yang mengalami hal serupa adalah sebagian Bali, NTB, sebagian NTT, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Tengah, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah dan sebagian Maluku.

“Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologinya (periode 1991-2020), maka awal musim kemarau 2024 di Indonesia diprediksi mundur pada 282 ZOM (40 persen), sama pada 175 ZOM (25 persen), dan maju pada 105 ZOM (15 persen),” jelas Dwikorita dalam keterangan resminya, kemarin.

Kapan puncak musim kemarau 2024?
Terkait mundurnya awal musim kemarau, Dwikorita mengatakan, sebagian wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau lebih awal pada Juni 2024.

Puncak musim kemarau yang terjadi lebih awal diprediksi terjadi di 317 zona musim atau sekitar 45,61 persen yang meliputi sebagian besar Sumatera, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

Kemudian, wilayah lain yang diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2024 adalah sebagian Sumatera Selatan, Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua.

“Puncak musim kemarau 2024 umumnya diprediksi pada bulan Juli dan Agustus 2024, yaitu sebanyak 534 ZOM (77 persen), jelas Dwikorita.

Perkembangan El Nino
Terkait El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang menyebabkan awal musim hujan 2023 mundur, Dwikorita menjelaskan, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudra Pasifik menunjukkan, El Nino moderat masih berlangsung dengan nilai indeks 1,59.

Sementara pemantauan suhu muka laut di Samudra Hindia menunjukkan IOD dalam kondisi netral.

Dwikorita mengatakan, El Nino diprediksi akan menuju netral pada periode Mei, Juni, dan Juli 2024.

Setelah triwulan ketiga pada Juli, Agustus, dan September 2024, El Nino berpotensi beralih menjadi La Nina lemah.

“Sementara itu, kondisi IOD diprediksi akan tetap netral setidaknya hingga September 2024,” jelas Dwikorita.

“Sedangkan kondisi suhu muka laut di Indonesia, diprediksikan berada dalam kondisi yang lebih hangat, dengan kisaran +0.5 hingga +2.0 derajat Celcius lebih hangat dari kondisi normalnya,” tambahnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.