Polemik perbandingan pembangunan infrastruktur antara Jawa Barat dan Kalimantan Barat menjadi sorotan publik. Hal ini bermula dari pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menantang kemampuan Gubernur Jawa Barat dalam membenahi jalan dengan anggaran terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan klarifikasinya. Ia menegaskan bahwa pembangunan di wilayahnya tidak pernah dimaksudkan untuk dibandingkan dengan daerah lain.
“Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain,” kata Dedi dalam video yang diunggah di Instagram-nya, dikutip Senin (13/4).
Menurut Dedi, setiap daerah memiliki tantangan serta kapasitas fiskal yang berbeda, sehingga tidak bisa disamaratakan dalam hal pembangunan.
Ia juga berharap ke depan kemampuan keuangan daerah dapat semakin meningkat agar pemerataan pembangunan bisa terwujud.
“Semoga ke depan daerah-daerah tumbuh kemampuan fiskalnya, sehingga dana bagi hasil bisa mengalir ke daerah penghasil,” ucap dia.
Sebelumnya, pernyataan Krisantus menjadi viral setelah ia merespons perbandingan warga terkait kondisi jalan di Sepauk, Kabupaten Sintang, dengan Jawa Barat. Ia menilai perbandingan tersebut tidak tepat mengingat perbedaan luas wilayah dan besaran anggaran.
Dalam pernyataannya, Krisantus bahkan menantang Dedi untuk membuktikan kemampuannya membangun daerah dengan anggaran terbatas.
“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” tegas Krisantus saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kalbar, Kamis (9/4) seperti dikutip dari detikKalimantan.
Ia menambahkan bahwa Jawa Barat dan Kalimantan Barat memiliki perbedaan signifikan, baik dari luas wilayah maupun kemampuan anggaran, sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.