Jumat, April 17, 2026

Demo Tolak UU TNI di Semarang, Massa Aksi Vs Polisi Saling Dorong

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Demo penolakan pengesahan revisi Undang-Undang TNI di Semarang pada Kamis (20/3/2025) memanas.

Massa yang mengenakan pakaian serba hitam sudah merangsek masuk ke halaman kantor Gubernur dan DPRD Jateng.

Di halaman gubernuran, massa sempat terlibat saling dorong dengan puluhan polisi bertameng yang berjejer di depannya.

“Tahan, kawan-kawan. Tahan, kawan-kawan. Hati-hati provokasi,” ucap orator berupaya menenangkan massa yang mulai panas.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi sempat mendekati mobil komando meminta agar demo berlangsung damai.

Ia tampak melarang sopir memawa baju mobil komando.

Sementara itu, massa menganggap tindakan Kapolrestabes tersebut merupakan upaya intimidasi.

“Awal, polisi melakukan intimidasi. Ini intimidasi,” teriak orator.

Aksi oleh massa yang mengatasnamakan Aliansi Semarang Menggugat ini merupakan bentuk penolakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI.

Terpisah, di Jakarta, DPR RI resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang menjadi undang-undang.

Sebelum mengetuk palu dan mengesahkan RUU TNI, Ketua DPR, Puan Maharani, menanyakan persetujuan kepada seluruh anggota DPR lintas fraksi, dan semua kompak dijawab setuju. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.