Dengan penuh bangga Presiden Prabowo Subianto menyatakan capaian swasembada pangan membuat posisi Indonesia semakin diperhitungkan dan dihormati oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo setelah menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Ia mengatakan sejumlah negara menaruh hormat kepada Indonesia karena dinilai berhasil mengurangi ketergantungan impor pangan.
“Kita baru saja dari Filipina menghadiri KTT ASEAN, di sana kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras swasembada jagung, banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ungkap Prabowo saat berkunjung ke Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sabtu (10/5/2026), dalam acara yang disiarkan virtual.
Prabowo menilai kondisi Indonesia saat ini cukup kuat menghadapi tekanan global, baik dari sisi geopolitik maupun geoekonomi. Ia menyebut Indonesia tidak ikut panik di tengah ketidakpastian dunia karena memiliki ketahanan pangan yang kuat.
“Kita berada dalam keadaan kuat. Banyak negara panik kita tidak panik, kita sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kita swasembada BBM, kita tidak akan impor BBM lagi saudara-saudara,” tegas Prabowo.
Selain itu, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar. Namun, menurutnya, seluruh sumber daya tersebut harus dikelola secara baik, jujur, dan transparan agar tidak dimanfaatkan pihak asing.
“Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai, harus bisa kita kelola dengan baik ya. Kalau kita malas, kalau pemimpinnya tidak jujur, atau seenaknya, maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain,” pungkas Prabowo menegaskan.
Prabowo berharap kekuatan pangan dan energi nasional dapat terus menjaga kemandirian Indonesia di tengah tantangan global.