Dieng Culture Festival (DCF) tetap dilaksanakan tahun ini, namun yang berbeda ialah penyelenggaraannya akan dilangsungkan secara virtual. Lantas bagaimana penyelenggaraannya yang tahun ini akan diselemggarakan saat masa pandemi Covid-19 atau Virus Corona.
Mengutip dari Detik.com Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara Agung Yusianto menjelaskan, gelaran DCF tahun ini akan dilakukan secara virtual. Nantinya, orang akan menyaksikan ritual potong rambut gimbal secara online melalui channel YouTube, Instagram, Facebook, dan Nice.id.
“Karena masa pandemi, jadi DCF tahun ini digelar virtual. Semuanya bisa menyaksikan secara online gratis. Nanti bisa streaming melalui channel YouTube yang kami sediakan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9).
Sedangkan untuk pelaksanaan di Dieng dibatasi hanya 120 orang. Terdiri dari tamu undangan dan panitia. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan massa.
“Nanti saat pelaksanaan dibatasi hanya 120 orang tentunya dengan protocol kesehatan. Jadi kami mengimbau untuk DCF tahun ini tidak perlu melihat langsung ke Dieng, cukup dari YouTube saja,” imbaunya.
Agung mengatakan, gelaran Dieng Culture Festival tahun ini akan digelar pekan depan selama dua hari. Tepatnya tanggal 16 – 17 September 2020. Pemilihan waktu saat hari kerja salah satunya untuk menghindari terjadinya kerumunan massa.
“Waktu pelaksanaannya 2 hari tanggal 16 dan 17 September 2020. Kami sengaja bukan akhir pekan seperti DCF sebelumnya. Karena tujuan kami bukan tingkat kunjungan tetapi melestarikan budaya,” kata dia.
Sementara itu, untuk rangkaian acaranya pada hari pertama Dieng bersih, penanaman pohon, webinar, doa bersama, dan jazz atas awan di malam hari. Sedangkan hari kedua adalah ritual potong rambut gimbal.
“Acaranya ada beberapa yang tidak dilakukan. Tetapi untuk Dieng bersih, jazz atas awan, dan potong rambut gimbal tetap dilakukan. Tahun ini ada 2 anak rambut gimbal yang akan diruwat pada Dieng Culture Festival besok,” paparnya.