MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Pelatih yang mengantarkan PSIS Semarang juara Liga Indonesia (Ligina) pada 1999, Edy Paryono tutup usia.
Coach Edy mengehembuskan nafas terakhir Senin (26/2/2024) pukul 00.30 WIB, setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Tugurejo Kota Semarang.
Rencananya pria kelahiran 14 Juli 1964 ini dimakamkan di TPU Watu Belah Ngadirejo, Mijen, Kota Semarang.
Selain pernah menangani Laskar Mahesa Jenar, Edy juga pernah lama membesut Tim Macan Putih, Persik Kediri.
Coach Edy juga tercatat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pada era Peter Withe dan Ivan Kolev.
Tahun 2010 Edy Paryono juga sempat ditunjuk oleh manajemen Semarang United untuk menjadi pelatih kepala. 2011, Edy kembali menjadi pelatih kepala PSIS Semarang di Liga Primer Indonesia (LPI) 1.
Pada 9 April 1999, publik sepak bola Semarang berpesta menyambut PSIS Semarang tampil sebagai juara Liga Indonesia (Ligina). PSIS yang dilatih Edy menang 1-0 atas Persebaya Surabaya pada partai final di Stadion Klabat, Manado.
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggal dunianya Edy Paryono. Menurut Yoyok, Edy merupakan sosok pelatih yang berjasa besar kepada Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang.
“Hari ini keluarga besar PSIS dan sepak bola Kota Semarang kehilangan sosok penting yang pernah mengantarkan PSIS juara. Selamat jalan coach Edy Paryono, semoga husnulkhatimah dan diterima di sisi Allah SWT,” tutur Yoyok Sukawi. (*)