Keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang melarang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade menuai gelombang reaksi dari publik.
Langkah ini diambil setelah Indonesia menolak pemberian visa kepada atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.
Dalam pernyataannya, Komite Eksekutif IOC mengeluarkan empat keputusan penting, termasuk penghentian seluruh dialog dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia (NOC).
IOC menegaskan Indonesia tidak dapat mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade, Olimpiade Remaja, atau konferensi terkait hingga pemerintah memberikan jaminan resmi bahwa semua peserta dari berbagai negara, tanpa kecuali, akan diizinkan masuk ke wilayah Indonesia.
Selain itu, IOC juga melarang seluruh federasi olahraga internasional memberikan hak tuan rumah kepada Indonesia untuk event kejuaraan dunia di masa mendatang.
Keputusan ini didasari pandangan bahwa penolakan terhadap atlet Israel merupakan bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan prinsip dasar olahraga internasional.
Langkah IOC tersebut langsung memicu perdebatan sengit di dunia maya.
Banyak netizen Indonesia yang menilai keputusan itu tidak adil dan mencerminkan standar ganda.
Mereka menyoroti sikap IOC yang dinilai membela Israel di tengah konflik yang masih menelan banyak korban di Palestina.
Salah satu komentar warganet menuliskan bahwa IOC bersikap memalukan karena menutup mata terhadap tindakan Israel di Gaza.
Warganet lain membandingkan keputusan ini dengan pelarangan terhadap Rusia dan Belarusia sebelumnya, menyebut IOC bersikap inkonsisten dan penuh kepentingan politik.
Sebagian pengguna media sosial bahkan menyerukan kebangkitan kembali Ganefo (Games of the New Emerging Forces), ajang olahraga internasional alternatif yang pernah digagas Presiden Soekarno pada 1963.
Ganefo kala itu menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi politik dalam dunia olahraga global dan diikuti banyak negara berkembang.
Sentimen nasionalisme dan dukungan terhadap Palestina terlihat kuat dalam reaksi publik Indonesia.
Banyak yang menilai keputusan IOC bukan hanya persoalan olahraga, melainkan bentuk ketidakadilan yang menyinggung kedaulatan dan sikap kemanusiaan bangsa.