MELIHAT INDONESIA – Gas elpiji kemasan 3 kilogram (Kg) langka di daerah khusus Jakarta. Masyarakat kesulitan mendapatkan gas elpiji melon dalam beberapa waktu terakhir.
Laila (38), warga Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengaku sudah mencari gas elpiji tiga kilogram ke berbagai agen selama satu atau dua minggu terakhir, namun tidak menemukannya.
Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram diperparah dengan antrean panjang dan lonjakan harga di pengecer. Laila menyebut harga yang biasanya Rp22.000 kini bisa lebih tinggi, dan sulit didapat.
Ningrum (42), warga Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang menyulitkannya memasak, meski gas tersebut hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga.
David, pemilik agen gas di Jakarta Pusat, mengonfirmasi pasokan gas terbatas, hanya dua truk per hari, yang langsung habis karena antrean panjang. Ia tidak mengetahui penyebab kelangkaan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram ini.
“Pelanggan harus menunjukkan KTP setiap pembelian gas, dengan pembatasan satu tabung per KTP sesuai anjuran Pertamina,” kata dia.
Kepala Disnakertransgi Jakarta, Hari Nugroho, mengakui kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di berbagai tempat akibat pengurangan kuota LPG bersubsidi pada 2025.
Hari Nugroho mengungkapkan bahwa kuota LPG subsidi untuk Jakarta 2025 berkurang 1,6% dibandingkan 2024.
Pemprov DKI telah mengusulkan penambahan kuota 4%, namun permintaan tersebut tidak disetujui oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM.
Belum diketahui secara pasti apakah daerah lain mengalami kelangkaan elpiji 3 Kg seperti halnya di Jakarta.
Bagaimana di daerahmu? (*)