MELIHAT INDONESIA, PURBALINGGA – Purbalingga kembali dihebohkan dengan kejadian seorang pria berinisial LS (29) yang mengamuk dan mengintimidasi warga di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja. Aksi kekerasan pria tersebut membuat resah masyarakat setempat hingga akhirnya pihak kepolisian dan TNI bergerak cepat untuk mengamankan situasi.
Kapolsek Bukateja, Iptu Dono Hendarto, dalam keterangan pers yang dirilis oleh Humas Polres Purbalingga pada Minggu (15/12/2024), menjelaskan bahwa LS memang dikenal sebagai warga yang mengalami gangguan jiwa. “Atas kesepakatan keluarga, pria itu langsung kami bawa ke rumah sakit jiwa di Banyumas untuk mendapatkan perawatan,” ujar Iptu Dono.
Kehadiran Polisi dan TNI untuk Mengamankan Situasi
Laporan terkait aksi amuk LS diterima oleh pihak kepolisian dari warga setempat. Mendapatkan informasi tersebut, anggota Polsek Bukateja bersama personel TNI dari Koramil Bukateja segera menuju lokasi kejadian untuk menangani situasi. “Di lokasi, personel kami bersama TNI membantu mengamankan pria tersebut. Berdasarkan informasi dari keluarga, ia memiliki riwayat gangguan jiwa akibat depresi,” tambah Kapolsek.
LS kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa di Banyumas sesuai dengan permintaan keluarganya. Proses pengawalan dari rumah LS hingga Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas dilakukan oleh personel TNI-Polri untuk memastikan keselamatan bersama.
Gangguan Jiwa yang Sudah Bertahun-tahun
Keluarga LS mengungkapkan bahwa gangguan kejiwaan yang dialami oleh pria tersebut sudah berlangsung selama sembilan tahun. Selama masa tersebut, LS sering kambuh dan mengamuk, berteriak-teriak, hingga membuat resah warga sekitar. Kondisi ini yang kemudian mendorong keluarga untuk meminta bantuan agar LS mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Kapolsek menjelaskan bahwa proses penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat, untuk menghindari gangguan lebih lanjut terhadap warga serta memberikan perawatan yang diperlukan bagi LS. “Kami berterima kasih atas kerjasama antara Polsek Bukateja dan Koramil Bukateja dalam mengatasi kejadian ini,” tutup Kapolsek.
Kejadian ini juga mengingatkan akan pentingnya pemahaman terhadap gangguan jiwa dan bagaimana masyarakat dapat lebih peka serta memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan perawatan medis. (**)