Minggu, April 19, 2026

Gereja Katolik Terakhir di Gaza Dibom Israel! Tiga Warga Tewas, Termasuk Lansia & Petugas

Serangan artileri militer Israel menghantam kompleks Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church), satu-satunya gereja Katolik di Jalur Gaza, menewaskan tiga orang sipil dan melukai sepuluh lainnya, termasuk Pastor Gabriel Romanelli, pada Kamis (17/7/2025).

Gereja tersebut sebelumnya menjadi tempat berlindung bagi sekitar 600 warga Palestina, termasuk anak-anak dan 54 penyandang disabilitas, selama konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas.

Korban tewas diidentifikasi oleh organisasi Caritas Internationalis sebagai Saad Salameh (60), petugas kebersihan gereja; Fumayya Ayyad (84), penerima layanan psikososial dari Caritas; dan Najwa Abu Daoud (69), yang berada di dekat Ayyad saat ledakan terjadi.

“Kami sangat terpukul oleh serangan terbaru ini terhadap orang-orang yang hanya mencoba bertahan hidup dan mencari perlindungan di gereja,” ujar Alistair Dutton, Sekretaris Jenderal Caritas Internationalis.

“Kematian mereka menjadi pengingat menyakitkan atas kondisi mengerikan yang harus dihadapi warga sipil dan tenaga medis di bawah pengepungan,” tambahnya.

Patriarkat Latin Yerusalem mengonfirmasi serangan tersebut dan menyebut kerusakan parah terjadi pada bangunan gereja. Mereka mengecam keras serangan terhadap situs suci tersebut.

“Menargetkan situs suci… merupakan pelanggaran berat terhadap martabat manusia dan kesucian tempat keagamaan,” tulis Patriarkat dalam pernyataannya.

Paus Leo XIV mengungkapkan kesedihannya melalui telegram resmi dan kembali menyerukan penghentian segera permusuhan. Paus juga secara rutin menerima laporan langsung dari Pastor Romanelli mengenai kondisi di Gaza sejak konflik memuncak.

Militer Israel (IDF) menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bahwa serangan itu adalah kesalahan yang sedang ditinjau lebih lanjut.

“IDF menyadari laporan mengenai insiden ini… dan menyesalkan setiap kerusakan yang terjadi,” tulis pihak IDF.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyampaikan penyesalan.

“Setiap nyawa tak bersalah yang hilang adalah sebuah tragedi. Kami turut berduka… dan tetap berkomitmen untuk melindungi warga sipil serta tempat-tempat suci.”

Dari sekitar 2 juta penduduk Gaza, hanya terdapat sekitar 1.000 umat Kristen, termasuk sekitar 135 umat Katolik. Sejak konflik pecah pada Oktober 2023, gereja tersebut menjadi tempat perlindungan terakhir bagi umat Katolik dan beberapa umat Ortodoks.

Perang yang telah berlangsung lebih dari 21 bulan ini telah menewaskan lebih dari 58 ribu warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza, dan menyebabkan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.