MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga sangat penting dalam mencegah serangan jantung. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampaknya sepele bisa merusak semua upaya tersebut?
Bahaya Serangan Jantung
Menurut Cleveland Clinic, serangan jantung merupakan kondisi berbahaya yang terjadi ketika aliran darah ke sebagian otot jantung tidak mencukupi. Kurangnya aliran darah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, biasanya terkait dengan penyumbatan di arteri jantung. Gaya hidup Anda memainkan peran penting dalam kesehatan jantung; kebiasaan tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sedangkan yang lainnya dapat membantu menjaga kesehatan jantung Anda.
7 Kebiasaan Sepele yang Meningkatkan Risiko Serangan Jantung
Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung yang perlu Anda waspadai:
1. Duduk Seharian
Sebuah studi internasional yang melibatkan lebih dari 100.000 orang di 21 negara menunjukkan bahwa orang yang duduk selama enam hingga delapan jam sehari memiliki peluang 12 hingga 13 persen lebih tinggi untuk meninggal muda dan menderita penyakit jantung. Jika Anda duduk lebih dari delapan jam setiap hari, risikonya meningkat hingga 20 persen, menurut JAMA Cardiology. Untuk mengatasi hal ini, American Heart Association (AHA) merekomendasikan berjalan cepat setidaknya 150 menit seminggu untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
2. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu Sendiri
Isolasi sosial dan kesepian dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke hingga 30 persen, menurut sebuah tinjauan yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association. Selama pandemi COVID-19, banyak orang, terutama yang berusia 18 hingga 25 tahun dan mereka dengan penghasilan rendah, mengalami isolasi. Untuk meminimalkan dampak negatif ini, tetaplah terhubung dengan orang lain, meskipun secara virtual, dan ciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.
3. Kurang Tidur
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan jantung. Kurang tidur dapat mengganggu sistem kardiovaskular dan berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas dan diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga 48 persen dan risiko stroke hingga 15 persen. Pastikan Anda mendapatkan tidur berkualitas agar jantung Anda dapat beristirahat dengan baik.
4. Pola Makan Tidak Sehat
Diet yang kaya makanan olahan, lemak tidak sehat, natrium, dan gula tambahan dapat merusak kesehatan jantung dan berkontribusi pada aterosklerosis. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan harian Anda dan membatasi konsumsi makanan yang tidak sehat.
5. Merokok
Merokok adalah salah satu faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Zat kimia dalam tembakau dapat merusak pembuluh darah, mengurangi kadar oksigen dalam darah, dan meningkatkan tekanan darah. Semua ini berkontribusi pada masalah kardiovaskular.
6. Stres
Stres kronis dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Ketika stres, tubuh melepaskan hormon yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan peradangan, keduanya merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung. Cobalah untuk mengenali pemicu stres Anda dan cari cara untuk mengelolanya, seperti melakukan perawatan diri dan berolahraga.
7. Menghindari Pemeriksaan Kesehatan
Seringkali, penyakit jantung dan kondisi kardiovaskular lainnya muncul tanpa disadari. Pemeriksaan rutin dapat membantu dokter mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dini. Meskipun Anda mungkin merasa sehat di usia 20 atau 30-an, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk menangani faktor risiko sejak dini dan mencegah komplikasi di masa depan.
Dengan memahami dan mengatasi kebiasaan sepele ini, Anda dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko serangan jantung. Prioritaskan kesehatan Anda dan jangan abaikan tanda-tanda peringatan! (**)