Kamis, April 16, 2026

Harga Kedelai Terancam Naik Imbas Perang, Wamentan Turun Tangan

Pemerintah melalui Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan terus memantau potensi kenaikan harga kedelai yang dipicu perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Ya, kita monitor. Kita monitor semua. Tugas pemerintah itu, kan, ya, tidak hanya kita ngomong kedelai, kita ngomongin BBM, ngomongin itu semua, kan. Ada impor, ada ekspor,” kata Wamentan saat ditemui usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kehutanan dan Menteri Kelautan dan Perikanan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.

“Ini semua pemerintah perhatikan. Semua, bagaimana caranya gejolak di luar itu kemudian tidak banyak berimbas secara langsung signifikan di dalam negeri,” ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian memastikan harga kedelai tetap terkendali di tengah isu lonjakan harga kedelai impor hingga Rp20 ribu per kilogram (kg). Pemerintah juga telah menetapkan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen maupun perajin tahu dan tempe.

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP kedelai lokal maksimal Rp11.400 per kg, sedangkan kedelai impor maksimal Rp12.000 per kg.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta para importir untuk tidak menaikkan harga kedelai secara berlebihan demi menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kedelai nanti kita minta kepada seluruh importir jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Marilah kita menjaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati perasaan peduli kepada saudara-saudara kita,” kata Amran di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).

Ia juga menyoroti dampak kenaikan harga kedelai yang mulai dirasakan oleh perajin tahu dan tempe. Terkait penyebab pasti kenaikan harga di pasar domestik, Amran menyebut pihaknya masih mendalami dan akan segera berkoordinasi dengan jajaran terkait guna menyiapkan langkah intervensi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.