
KLATEN – Permasalahan puluhan pot bunga di sepanjang Jalan Yogya-Solo, Kecamatan Ceper, Klaten akhirnya berujung perdamaian. Hal itu terealisasi setelah Pengurus DPP dan perwakilan coordinator wilayah (Korwil) Pasoepati mendatangi Kantor Kecamatan Ceper, Klaten.
Kedatangan para pentolan supporter Persis Solo tersebut sebagai buntut perusakan puluhan pot bunga di Jalan Yogya-Solo pekan lalu.
Sebelumnya, total ada 76 pot ditemukan pecah dengan kerugian mencapai jutaan rupiah. Meski begitu, profil dan latar belakang pelaku masih tanda tanya. Namun, terduga pelaku adalah oknum supporter yang dinilai tak terima dengan hasil kekalahan klub sepak bola Liga 2 Persis Solo vs PSIM 0-1 Senin (15/11) lalu.
Adapun, rombongan supporter Persis dipimpin oleh Presiden Pasoepati Maryadi ‘Gondrong’ dan Wakil Presiden Pasoepati Agus Ismiyadi. Kedatangan tersebut disambut baik oleh Sekcam Ceper, Agus Supratikno, Kapolsek AKP Aris Joko Narimo, Kasi Trantib Surono dan personel Intelkam Polres Klaten.
Meski begitu, pihak pasoepati membuat dan menyerahkan surat pernyataan minta maaf kepada pihak kecamatan. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan konyol seperti itu.
“Menindaklanjuti kejadian yang kemarin (perusakan pot) teman-teman lakukan. Pertama, kita meminta maaf atas kejadian tersebut dan yang terpenting tidak akan kami ulangi,” ucap Gondrong kepada awak media, Jumat (19/11).
Selain maaf, DPP Pasoepati juga ikut bertanggung jawab atas kerusakan yang telah terjadi. “Intinya kita akan membantu. Wujudnya apa masih nanti kami koordinasikan dengan jajaran,” ucapnya.
Ia juga berpesan kepada Pasoepati di mana pun berada untuk tidak melakukan aksi anarkis. Menurutnya, supporter sejatinya hanya mendukung tim kebanggan dengan bersorak di stadion.
“Kita sebagai supporter hanya bersorak-sorak di lapangan saja. Menjadi supporter hanya 90 menit,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Ceper, Surono memuji sikap tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Pasoepati berkaitan dengan kerusakan 76 pot bunga di jalan Yogya-Solo.
“Intinya mereka (Pasoepati) turut bertanggung jawab dan akan ikut membantu pengadaan pot rusak tersebut. Soal nilai kerusakan tidak perlulah disebut. Tetapi niat baik Pasoepati sudah luar biasa,” tandasnya.
Sebelumnya total ada 76 pot yang dirusak oleh oknum yang diduga supporter. Harga satu pot itu diharga Rp. 125 ribu. “Maka tinggal dikalikan saja, hasilnya bisa mencapai jutaan rupiah,” pungkasnya. (ryn)