MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Bonnie Triyana kini mengambil alih posisi Tia Rahmania sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meskipun Tia meraih 37.359 suara, lebih banyak dibanding Bonnie yang memperoleh 36.516 suara, langkah ini diambil setelah Tia diberhentikan dari keanggotaan partai.
Tia Rahmania, caleg terpilih dari daerah pemilihan Banten I, harus rela kehilangan kursinya akibat dugaan pelanggaran internal partai. Sementara itu, Bonnie Triyana dikenal sebagai sejarawan dan Pemimpin Redaksi majalah sejarah Historia. Lahir pada 27 Juni 1979 di Rangkasbitung, Banten, Bonnie memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dalam bidang sejarah, dengan gelar S2 dari Universitas Indonesia.
Sebagai sejarawan, Bonnie sering membahas berbagai topik sejarah, terutama yang berkaitan dengan Presiden pertama RI, Soekarno. Dia menciptakan majalah Historia terinspirasi dari Istoria Brasil dan telah aktif sebagai kurator dan sejarawan selama bertahun-tahun.
Pada Pemilu 2024, Bonnie mencalonkan diri sebagai caleg PDIP di Dapil Banten 1 dengan nomor urut 1, sementara Tia berada di nomor urut 2.
Menurut Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, pemecatan Tia dan anggota lain, Rahmad Handoyo, disebabkan oleh sengketa suara internal yang harus diselesaikan melalui Mahkamah Partai. Djarot menekankan bahwa tindakan tersebut bukan pemecatan, melainkan proses penyelesaian perselisihan suara di dalam partai.
Ketua KPU, Mochammad Afifuddin, mengonfirmasi bahwa Tia Rahmania tidak memenuhi syarat untuk dilantik sebagai anggota DPR karena telah diberhentikan dari partai.
Berdasarkan surat keputusan KPU Nomor 1368 tentang perubahan penetapan calon terpilih anggota DPR RI, Bonnie Triyana akhirnya resmi menggantikan Tia Rahmania. (**)