Sabtu, April 18, 2026

KAI Commuter Bantah Isu Pemecatan Petugas KRL Imbas Kasus Tumbler Tuku

PT Kereta Commuter Indonesia menepis kabar pemecatan petugas KRL yang ramai dibicarakan setelah seorang penumpang mengaku kehilangan tumbler Tuku miliknya.

Isu tersebut viral di media sosial dan memunculkan gelombang dukungan warganet kepada petugas yang dinilai sudah berupaya bertanggung jawab.

Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menegaskan bahwa pihaknya masih menelusuri kronologi kejadian dan belum ada tindakan pemecatan.

Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan kepegawaian mengikuti prosedur resmi dan mengacu pada regulasi ketenagakerjaan, sehingga keputusan sepihak seperti yang beredar tidak mungkin dilakukan.

Karina menyebut pihak mitra pengelola petugas front liner sedang menjalankan evaluasi internal untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Ia juga mengingatkan bahwa barang pribadi yang tertinggal di commuter line sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

Meski begitu, seluruh stasiun telah menyediakan layanan lost and found dengan prosedur penyimpanan terpusat bila barang tidak segera diambil.

Kisah ini berawal dari unggahan seorang pengguna KRL bernama Anita yang kehilangan tumbler setelah tasnya tertinggal di kereta rute Tanah Abang–Rangkasbitung.

Petugas KRL bernama Argi memberikan klarifikasi bahwa ia hanya menerima tas yang sudah ditemukan dan meletakkannya di ruang jaga tanpa sempat memeriksa isinya karena situasi stasiun yang padat.

Argi bahkan menawarkan mengganti tumbler tersebut, namun unggahan Anita terlanjur viral hingga membuat posisinya terancam.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.