Selasa, April 28, 2026

Kebakaran Hutan Los Angeles, Bencana yang Mengancam Sejarah AS dan Ini Hitungan Terbaru Perkiraan Kerugiannya

MELIHAT INDONESIA, LOS ANGELES – Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles, California, sejak Selasa (7/1/2025) diproyeksikan menjadi salah satu bencana alam paling merugikan dalam sejarah Amerika Serikat. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai 52-57 miliar dolar AS atau sekitar Rp 842 triliun-Rp 923 triliun, menurut Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter.

“Ini sudah menjadi salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California,” ujar Porter, Kamis (9/1/2025), seperti dilansir dari laman Accuweather.

Dengan lebih dari 9.000 rumah, tempat usaha, dan bangunan lain yang dilaporkan rusak atau hancur, skala kerusakan diperkirakan akan terus meningkat seiring waktu. Data awal yang dihimpun menggunakan teknologi inframerah udara menunjukkan bahwa daerah seperti Santa Monica dan Malibu, yang terkenal dengan real estate mewahnya, mengalami dampak terburuk.

Kerugian Properti dan Kehilangan Tak Ternilai

Di Santa Monica dan Malibu, nilai rata-rata rumah mencapai lebih dari 2 juta dolar AS (Rp 31 miliar). Kerugian di daerah ini memberikan kontribusi besar terhadap total dampak ekonomi kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran juga melaporkan bahwa Pacific Palisades menjadi salah satu lokasi dengan kerusakan signifikan, menghancurkan rumah-rumah para selebritas Hollywood. Beberapa tokoh ternama seperti Billy Crystal, Mandy Moore, dan Paris Hilton kehilangan tempat tinggal mereka.

Paris Hilton menyampaikan kesedihannya melalui unggahan di Instagram, “Duduk bersama keluarga saya, menonton berita, dan melihat rumah kami di Malibu terbakar habis melalui siaran langsung TV adalah sesuatu yang tidak boleh dialami oleh siapa pun.”

Upaya Evakuasi dan Krisis Kemanusiaan

Hingga Kamis pagi (9/1/2025), lebih dari 180.000 orang telah dievakuasi, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia. Angka ini menunjukkan betapa besar dampak kebakaran terhadap kehidupan masyarakat Los Angeles County, wilayah terpadat di AS dengan populasi hampir 10 juta orang.

Pejabat setempat terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke daerah lainnya, meskipun kondisi cuaca kering dan angin kencang memperparah situasi.

Komparasi dengan Bencana Sebelumnya

Jika kerugian ekonomi akibat kebakaran ini mencapai angka yang diperkirakan, maka bencana ini akan menjadi salah satu kebakaran hutan termahal dalam sejarah AS, melampaui kebakaran lain di era modern. Meski begitu, kerusakan akibat badai seperti Badai Katrina tetap memegang rekor tertinggi, dengan kerugian sebesar 200 miliar dolar AS (Rp 3.241 triliun).

Jimmy Bhullar, analis dari JPMorgan, juga memperkirakan total kerugian ekonomi akibat kebakaran ini mendekati 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp 810 triliun. Jumlah ini mencakup lebih dari 20 miliar dolar AS dalam klaim asuransi.

Peringatan dan Langkah Antisipasi

Para ahli memperingatkan bahwa kerusakan dapat bertambah parah jika kebakaran tidak segera dikendalikan. Pemerintah dan otoritas setempat tengah berupaya keras untuk melindungi aset, manusia, dan lingkungan dari dampak kebakaran ini.

Bencana ini menjadi pengingat betapa rentannya California terhadap kebakaran hutan yang kerap kali diperburuk oleh perubahan iklim. Ketika jumlah korban dan kerusakan terus bertambah, perhatian publik diarahkan pada kebutuhan mendesak untuk strategi mitigasi yang lebih baik di masa depan.

Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles, California, sejak Selasa (7/1/2025) diproyeksikan menjadi salah satu bencana alam paling merugikan dalam sejarah Amerika Serikat. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai 52-57 miliar dolar AS atau sekitar Rp 842 triliun-Rp 923 triliun, menurut Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter.

“Ini sudah menjadi salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California,” ujar Porter, Kamis (9/1/2025), seperti dilansir dari laman Accuweather.

Dengan lebih dari 9.000 rumah, tempat usaha, dan bangunan lain yang dilaporkan rusak atau hancur, skala kerusakan diperkirakan akan terus meningkat seiring waktu. Data awal yang dihimpun menggunakan teknologi inframerah udara menunjukkan bahwa daerah seperti Santa Monica dan Malibu, yang terkenal dengan real estate mewahnya, mengalami dampak terburuk.

Kerugian Properti dan Kehilangan Tak Ternilai

Di Santa Monica dan Malibu, nilai rata-rata rumah mencapai lebih dari 2 juta dolar AS (Rp 31 miliar). Kerugian di daerah ini memberikan kontribusi besar terhadap total dampak ekonomi kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran juga melaporkan bahwa Pacific Palisades menjadi salah satu lokasi dengan kerusakan signifikan, menghancurkan rumah-rumah para selebritas Hollywood. Beberapa tokoh ternama seperti Billy Crystal, Mandy Moore, dan Paris Hilton kehilangan tempat tinggal mereka.

Paris Hilton menyampaikan kesedihannya melalui unggahan di Instagram, “Duduk bersama keluarga saya, menonton berita, dan melihat rumah kami di Malibu terbakar habis melalui siaran langsung TV adalah sesuatu yang tidak boleh dialami oleh siapa pun.”

Upaya Evakuasi dan Krisis Kemanusiaan

Hingga Kamis pagi (9/1/2025), lebih dari 180.000 orang telah dievakuasi, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia. Angka ini menunjukkan betapa besar dampak kebakaran terhadap kehidupan masyarakat Los Angeles County, wilayah terpadat di AS dengan populasi hampir 10 juta orang.

Pejabat setempat terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke daerah lainnya, meskipun kondisi cuaca kering dan angin kencang memperparah situasi.

Komparasi dengan Bencana Sebelumnya

Jika kerugian ekonomi akibat kebakaran ini mencapai angka yang diperkirakan, maka bencana ini akan menjadi salah satu kebakaran hutan termahal dalam sejarah AS, melampaui kebakaran lain di era modern. Meski begitu, kerusakan akibat badai seperti Badai Katrina tetap memegang rekor tertinggi, dengan kerugian sebesar 200 miliar dolar AS (Rp 3.241 triliun).

Jimmy Bhullar, analis dari JPMorgan, juga memperkirakan total kerugian ekonomi akibat kebakaran ini mendekati 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp 810 triliun. Jumlah ini mencakup lebih dari 20 miliar dolar AS dalam klaim asuransi.

Peringatan dan Langkah Antisipasi

Para ahli memperingatkan bahwa kerusakan dapat bertambah parah jika kebakaran tidak segera dikendalikan. Pemerintah dan otoritas setempat tengah berupaya keras untuk melindungi aset, manusia, dan lingkungan dari dampak kebakaran ini.

Bencana ini menjadi pengingat betapa rentannya California terhadap kebakaran hutan yang kerap kali diperburuk oleh perubahan iklim. Ketika jumlah korban dan kerusakan terus bertambah, perhatian publik diarahkan pada kebutuhan mendesak untuk strategi mitigasi yang lebih baik di masa depan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.