Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri pada hari pertama pembelajaran di gedung sementara Kantor BPK ASN, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Dalam kunjungan tersebut, Mas Dhito memantau kegiatan belajar siswa, tes kesehatan, hingga berdialog dengan orang tua wali murid.
SRMA 24 Kediri saat ini menampung 100 siswa, dengan komposisi 60 siswi dan 40 siswa. Mas Dhito menyampaikan bahwa gedung permanen sekolah sudah siap dibangun di Kecamatan Plosoklaten dengan luas lahan mencapai 7,6 hektare.
“Mulai bulan Agustus ini mulai pembangunan fisik gedungnya di lahan yang sudah kita sediakan. Kemarin ada beberapa hal yang kita diskusikan termasuk ruas jalan menuju sekolah rakyat karena ruas jalan tersebut masuk PTPN, kita lakukan komunikasi dengan PTPN,” ujar Mas Dhito.
Bupati menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, dan Pemkab Kediri berkomitmen penuh untuk mendukung serta mengawal pelaksanaan program ini.
“Sekolah rakyat ini program Bapak Presiden yang harus dilakukan di setiap daerah, harus kita support dan kita awasi setiap yang terjadi di masyarakat terutama pada siswa dan orang tua murid. Tugas pemerintah memastikan murid mendapat pelajar yang berkualitas,” tegasnya.
Mas Dhito juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bersemangat menuntut ilmu, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Pesan kepada siswa, belajar yang rajin, angkat derajat orang tua,” tutupnya.
Gedung baru SRMA 24 diharapkan sudah bisa digunakan pada tahun ajaran mendatang. Pemerintah pusat bertanggung jawab dalam pembangunan fisik gedung tersebut, sementara Pemkab Kediri fokus pada penyelesaian kendala akses jalan agar fasilitas pendidikan ini dapat dimanfaatkan secara optimal.