
SOLO – Wacana tiga periode jabatan Presiden Joko Widodo mencuat dan masih hangat dibincangkan di media massa.
Awal muncul kabar itu, bermula dari sekelompok relawan Joko Widodo yang mengatasnamakan “Jokowi Mania”.
Menanggapi hal itu, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka tidak mau ambil pusing dengan wacana yang sedang meludak.
Orang nomor satu di Kota Solo tersebut menyerahkannya kepada para pengambil kebijakan yang ada di pusat.
“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat mengenai hal itu, ucap pada wartawan, Senin (6/9/2021).
Ayah Jan Ethes Srinarendra itu menyadari bahwa keputusan politis tersebut bukanlah kapasitasnya. “Itu bukan kapasitas saya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) angkat bicara. Ia mengungkap bahwa wacana jabatan presiden tiga periode sebenarnya sudah pernah dibahas oleh pimpinan MPR bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan.
Zulhas menyampaikan, bahwa pembahasan tersebut terjadi pada saat pimpinan MPR mengunjungi istana untuk berkonsultasi dengan presiden terkait persiapan siding tahunan MPR pada 16 Agustus lalu. Pimpinan MPR juga berkonsultasi ihwal Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN) yang merupakan rekomendasi MPR periode sebelumnya.
Menariknya, kata dia, dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua MPR Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan turut menanyakan tentang wacana masa jabatan Presiden menjadi tiga periode kepada Presiden Jokowi.
“Respons Pak presiden waktu itu, ‘saya bolak balik sudah menjelaskan, kalau apa-apa langsung presiden yang dituduh. Saya bolak balik menjelaskan tidak setuju dan itu kewenangan partai-partai dan MPR dan parlemen sana, bukan di eksekutif. Kenapa harus saya terus yang disorot,” kata Zulhas menceritakan respons Jokowi saat menjadi narasumber di acara Dialektika tvMu, Sabtu (4/9/2021).
Tak sampai di situ, Zulhas menceritakan bahwa dalam pembahasan terkait wacana masa jabatan presiden tiga periode ini, Wakil Ketua MPR Fraksi PDI-Perjuangan Ahmad Basarah juga turut menanggapi pernyataaan Syarief Hasan.
“Pak Ahmad Basarah nyeletuk, kalau tiga periode Pak SBY tiga periode bisa. Jadi rame,” pungkasnya.