Sabtu, April 25, 2026

Pemerintah Minta Masyarakat Irit Makan agar Tak Lagi Impor Beras

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta masyarakat Indonesia untuk mengurangi pemborosan makanan, terutama nasi.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengungkapkan bahwa sekitar 30% pangan di Indonesia terbuang sia-sia, setara dengan kebutuhan pangan 60-125 juta orang.

Menurut Sarwo, dengan mengurangi pemborosan sebesar 20%, Indonesia dapat menghemat hingga 6 juta ton beras per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan 60-80 juta orang.

Saat ini, Indonesia mengimpor 2,2 juta ton beras, dan penghematan tersebut dapat menghentikan kebutuhan impor.

Bapanas meluncurkan program “Setop Boros Pangan” untuk membantu Indonesia mencapai kemandirian pangan.

Sarwo Edhy menyebutkan bahwa penghematan pangan dapat menghemat 31 juta ton beras yang dibutuhkan untuk kebutuhan nasional.

“Sehingga kalau kita berhemat, boros pangan ini (dikurangi) misalnya 20% dari 30% yang terbuang, insyaallah beras kebutuhan nasional 31 juta ton cukup, insyaallah kita tidak impor,” kata Sarwo Edhy di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).

Sementara itu, Pengamat Pertanian Syaiful Bahari mengatakan pernyataan kontroversial Badan Pangan Nasional (Bapanas) soal masyarakat yang diminta tidak boros pangan menyesatkan dan menyakitkan masyarakat.

Menurut Syaiful, apabila Bapanas gagal meraih swasembada pangan dan tidak mampu menyediakan beras dengan harga terjangkau untuk masyarakat, lebih baik seluruh pejabat di Bapanas mundur atau bahkan Bapanas dibubarkan.

“Bapanas dibentuk oleh pemerintah untuk memantau dan mengatasi defisit beras dan inflasi pangan. Alih-alih memberikan penjelasan yang rasional, malah membuat pernyataan yang aneh-aneh dan pembodohan di masyarakat,” kecam Syaiful lewat keterangan resmi, Rabu (31/7/2024). (nad)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.