SEMARANG – Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kembali digunakan seorang yang tidak bertanggung jawab. Kali ini untuk untuk penipuan berbasis WhatsApp (WA). Hal itu terungkap setelah Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menerima laporan dugaan kasus penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
Modus yang digunakan penipu dengan berpura-pura memberikan sumbangan, tetapi meminta agar sebagian sumbangan itu ditransfer ke seseorang.
Sebuah akun WhatsApp (WA) dengan nomor +62 831 9396 5648 menggunakan nama “Gus Yasin Maemoen” meminta sumbangan dengan alasan adanya santri di pondok pesantren yang sakit mati rasa penciuman dan perasa serta akan digelarnya kegiatan doa bersama dengan seluruh pesantren di Jateng.
Akun itu memajang foto Taj Yasin bersama ulama besar Suriah, Syaikh Muhammad Syarif As Showaf yang juga Rektor Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus dan Wakil Menteri Wakaf Suriah. Penggunaan nama dalam akun tersebut pun salah penulisan, Gus Yasin Maemoen. Padahal yang benar, Maimoen.
Akun palsu itu mengirim WA ke salah satu alumni Ponpes Al Anwar di Pekalongan untuk mengirimkan nomer rekening. Setelah itu, akun tersebut menyatakan jika sudah mengirimkan uang sebesar Rp 13,5 juta sambil menunjukkan bukti transfer.
Oleh akun itu, ia diminta agar mentransfer Rp 3 juta ke rekening sebuah pesantren. Tanpa melihat terlebih dulu saldo, ia pun mentransfer Rp 3 juta. Baru kemudian ia mengecek saldo dan terungkap jika transfer Rp 13,5 juta itu tidak masuk.
Saat dikonfirmasi, Wagub Taj Yasin menegaskan jika dirinya tidak pernah melakukan perintah tersebut. Bahkan, nomor +62 831 9396 5648 bukan nomor ponsel miliknya. Ia pun meminta masyarakat tidak mudah mempercayai akun-akun yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta sejumlah uang.
“Modusnya mengatasnamakan saya, ngasih transfer ke pondok dengan bukti struk palsu. Trus dia bilang nanti yang sekian juta tolong di kasihkan (transfer) ke pondok yang lain. Saya tidak pernah memerintahkan itu. Saya minta agar aparat secepatnya bertindak, itu bukan nomor saya
-Gus Yasin-
Dari bukti screenshot yang lain, akun itu juga mengaku Tim Sukses pencalonan Gus Yasin dalam Pilgub 2020-2025 bernama Pramono Anung yang mendapat amanah dari Taj Yasin untuk menyalurkan sedekah dan meminta nomor rekening ke Asep Hasanudin dari Yayasan Mubarokul Ulum.
Sebelumnya, kasus pencatutan nama Taj Yasin untuk penipuan juga terjadi pada 2018. Akun Facebook mengatasnamakan Taj Yasin digunakan untuk berusaha meminta sumbangan melalui pesan facebook. Taj Yasin sendiri menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya. Akun yang diketahui menggunakan nama “Taj Yasin Maimoenn” itu memang seolah asli walau ada 2 huruf “N” di nama “Maimoen”. Terdapat juga sejumlah foto dan akun itu berteman dengan 114 orang.