Sabtu, April 25, 2026

Prabowo Diusung Lagi untuk 2029, Strategi Politik atau Langkah Prematur?

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Baru empat bulan memimpin Indonesia, nama Prabowo Subianto kembali digaungkan sebagai calon presiden untuk 2029. Keputusan itu diambil dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Jawa Barat, pada Kamis (13/2).

Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, menyebut bahwa Prabowo menerima mandat tersebut, tetapi dengan satu syarat.

Beliau menjawab, ‘Insya Allah,’ namun meminta waktu untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden dan memenuhi janji kepada rakyat,” ujar Muzani.

Tidak hanya di internal Gerindra, keputusan itu juga langsung disampaikan kepada partai-partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam pertemuan di Hambalang pada Jumat (14/2).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Ahmad Heryawan, membenarkan bahwa nama Prabowo kembali diumumkan sebagai kandidat untuk 2029.

“Yang ada adalah diumumkan bahwa beliau akan maju kembali pada tahun 2029. Itu diumumkan,” kata Heryawan.

Dalam perayaan HUT ke-17 Gerindra pada Sabtu (15/2), Prabowo menanggapi wacana ini secara terbuka. Namun, ia menegaskan bahwa pencalonan kembali harus didasarkan pada hasil kerja nyata.

“Kalau program-program saya tidak berhasil, tidak perlu saudara calonkan saya terus. Saya kalau mengecewakan kepercayaan rakyat, saya malu untuk maju lagi,” katanya.

Manuver Politik yang Dini

Keputusan Gerindra mengusung kembali Prabowo dinilai terlalu cepat. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai langkah ini tergesa-gesa mengingat pemerintahan baru berjalan sekitar 100 hari.

Ia membandingkan dengan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), yang tidak langsung mengumumkan pencalonan kembali di awal periode pertama mereka.

“Terkesan terburu-buru karena pemerintahan baru saja bergulir 100 hari. Apalagi jika kita bandingkan secara historis, saya tidak menemukan pola yang sama dengan Presiden SBY dan Jokowi,” ujar Agung.

Menurutnya, deklarasi dini ini bisa menjadi bumerang bagi Prabowo jika kinerjanya di periode pertama dianggap tidak memuaskan.

“Kalau performa kabinet kurang maksimal dan banyak blunder, keputusan maju lagi bisa menjadi beban politik bagi Pak Prabowo sendiri,” lanjutnya.

Mengunci Dukungan Koalisi

Pengumuman dini ini dinilai bukan hanya soal pencalonan Prabowo, tetapi juga bagian dari strategi politik. Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, melihat dua alasan utama di balik langkah ini.

Pertama, Gerindra ingin memastikan tidak ada figur lain di partai yang berambisi mencalonkan diri. Pengumuman ini menjadi sinyal bahwa Prabowo tetap menjadi satu-satunya tokoh yang akan diusung partai di 2029.

Kedua, keputusan ini bertujuan untuk mengunci kesetiaan partai-partai di Koalisi Indonesia Maju.

“Untuk mengunci partai-partai lain, bahwa Pak Prabowo akan maju lagi di 2029, sehingga partai-partai yang sekarang berada di barisan KIM harus tetap seirama. Pesan tersiratnya, jika ingin tetap berada di koalisi, ya harus dukung Pak Prabowo,” kata Ali.

Namun, Ali mengingatkan bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat cair. Terlebih, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus presidential threshold, sehingga setiap partai kini bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden sendiri tanpa syarat ambang batas.

“Sangat mungkin nanti menjelang 2 atau 1 tahun sebelum pilpres, soliditas koalisi akan memudar lantaran sejumlah partai akan mengusung capres sendiri,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kelangsungan koalisi saat ini sangat bergantung pada keberhasilan pemerintahan Prabowo. Jika ia dianggap sukses memimpin, kemungkinan besar koalisi tetap solid. Namun jika sebaliknya, persaingan baru bisa muncul.

“Jika Prabowo dianggap sukses, koalisi akan tetap solid dan partai-partai lain tidak berani mengusung capres sendiri. Sebaliknya, jika kinerja pemerintahan kurang memuaskan, kemungkinan akan muncul banyak pesaing baru di 2029,” tutupnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.