MELIHAT INDONESIA – Pemerintah akan mulai melaksanakan program prioritas makan Bergizi Gratis (MBG) secara bertahap, dimulai pada 6 Januari 2025.
Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran ini Rp10.000 per porsi per anak.
Rencanananya, terdapat susu dalam menu makan bergizi gratis tersebut.
Namun, belakangan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan tak semua anak peserta makan bergizi gratis akan mendapatkan susu.
Sebagai gantinya, peserta makan bergizi gratis akan mendapatkan daun kelor dan telur, yang diklaim bisa menggantikan vitamin dan protein yang terkandung dalam susu.
Dadan Hindayana menjelaskan, distribusi susu dalam program MBG difokuskan di daerah peternakan sapi perah, sementara daerah non-peternakan tidak diprioritaskan.
Kata dia lebih lanjut, pemerintah mengupayakan untuk mendapatkan harga susu paling sesuai untuk menjalankan program dengan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp400 triliun ini.
“Susu itu akan diberikan di daerah-daerah yang memang di situ daerah peternakan. Kalau bukan di daerah peternakan kan, tidak usah dipaksakan,” ujarnya, di Graha Mandiri Jakarta, Senin (23/12).
Menurut dia, logistik akan menjadi momok utama yang dihadapi saat mendistribusikan susu segar ke daerah non sentra susu. Hal ini tentu saja akan menambah cost operational.
Dadan juga menyebutkan bahwa program MBG akan menjangkau sekitar 3 juta penerima manfaat, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai 6 Januari 2025. (*)