Jumat, April 17, 2026

Ratusan Perempuan di Jateng jadi Korban Kekerasan, Kasus Terbanyak di Semarang

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – LRC-KJHAM mencatat sepanjang 2024 terdapat ratusan perempuan menjadi korban kekerasan, mayoritas kekerasan seksual.

“Ada 102 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan 102 korban,” ujar Direktur LRC-KJHAM, Nur Laila Hafidhoh di Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Selasa (10/12/2024).

Nur Laila alias Yaya mengatakan, 102 kasus kekerasan itu tersebar di 24 kabupaten/kota di Jateng. Kasus terbanyak ditemukan di Kota Semarang, disusul Kabupaten Demak, dan Kota Surakarta.

Di lihat dari jenis kasusnya didominasi kekerasan seksual. “Ada 84 kasus atau 81 persennya adalah kekerasan seksual,” imbuhnya.

Yaya merinci, sebanyak 40 kasus merupakan pelecehan seksual, 19 kasus perkosaan, 16 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KdRT), 14 kasus eksploitasi seksual.

Kemudian, 6 kasus kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE), 3 kasus pelecehan seksual non fisik, 2 kasus kekerasan dalam pacaran, 2 kasus pemaksaan aborsi, dan 1 kasus kekerasan berbasis SOGIESC.

Yaya mengaku miris mengetahui fakta pelaku kekerasan ternyata mayoritas merupakan orang-orang yang dekat dan dikenal oleh korban.

Kasus terbanyak adalah relasi pacar dan suami. Ada juga relasi tetangga, rekan kerja, teman, ayah tiri, kenalan, ayah kandung, kakek, paman, kakak tiri, atasan di tempat kerja, saudara ipar, ayah dari teman. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.