MELIHAT INDONESIA, BANJARNEGARA – Senyum ceria menghiasi wajah para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Qur’an di Dusun Karang Duren, Desa Pakikiran, Kecamatan Susukan. Mereka menerima sepatu sekolah baru melalui program sosial Gerakan Sedekah Sepatu pada Minggu (8/12/2024). Inisiatif ini diharapkan menjadi motivasi baru bagi para santri untuk terus menuntut ilmu dengan semangat.
Gerakan Sedekah Sepatu, yang digagas oleh Yuspita Palupi, kali ini menggandeng Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FKOM) SMP Bakti Mulya 400 Jakarta. Yuspita menyampaikan harapan besarnya agar sepatu-sepatu ini tak sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan dampak psikologis positif.

Dorongan untuk Terus Berprestasi
“Kami ingin anak-anak Ponpes Bustanul Qur’an lebih nyaman dalam belajar dan beraktivitas. Sepatu ini semoga menjadi simbol dukungan kami agar mereka terus berprestasi dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi,” tutur Yuspita.
Retno K.W. Mokalu, Ketua FKOM SMP Bakti Mulya 400, menambahkan bahwa donasi ini merupakan wujud nyata rasa peduli dari siswa-siswi sekolahnya. Dengan semangat berbagi, Retno berharap donasi tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
“Program ini bagian dari charity FKOM yang mendapat persetujuan sekolah dan yayasan. Anak-anak kami belajar arti kepedulian melalui aksi ini, dan kami bangga bisa berbagi kebahagiaan dengan santri Ponpes Bustanul Qur’an,” ungkap Retno.
Syukur dari Ponpes Bustanul Qur’an
Pengasuh Ponpes Bustanul Qur’an, Abdul Fatah Al Hafiz, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Kami ucapkan terima kasih kepada Gerakan Sedekah Sepatu dan FKOM SMP Bakti Mulya 400. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” katanya.
Para santri terlihat antusias mencoba sepatu baru mereka. Bagi banyak dari mereka, sepatu ini bukan hanya alat penunjang belajar, tetapi juga bentuk penghargaan atas usaha mereka menghafal Al-Qur’an.

Keberlanjutan Program Sosial
Gerakan Sedekah Sepatu sebelumnya telah menjangkau anak-anak dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Purbalingga. Dengan kolaborasi bersama SMP Bakti Mulya 400, donasi tersebut diserahkan kepada Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga, Semedi SKM, sebagai simbol dukungan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Yuspita berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia pendidikan. “Kami percaya, dengan kolaborasi dan kepedulian, kita bisa membantu lebih banyak anak-anak meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Semangat Kebersamaan dalam Pendidikan
Donasi sepatu sekolah ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga menggambarkan pentingnya solidaritas dalam membangun generasi yang unggul. Dengan sepatu baru ini, para santri Ponpes Bustanul Qur’an diharapkan dapat terus melangkah menuju cita-cita mereka dengan penuh percaya diri.
Gerakan ini menjadi pengingat bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan banyak anak-anak Indonesia. (**)