MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Menjelang Pilkada Jakarta 2024, nama Anies Baswedan menjadi sorotan utama di kalangan tiga pasangan calon (paslon) yang bersaing. Ketiga paslon tersebut secara aktif berusaha menarik dukungan dari penggemar Anies, yang dikenal sebagai “Anak Abah.” Para calon ini berjanji untuk melanjutkan program-program unggulan Anies yang telah berjalan selama masa jabatannya.
Survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang berlangsung antara 6-12 September 2024, menunjukkan bahwa dukungan Anies dapat memberikan dampak besar terhadap elektabilitas calon. Misalnya, jika Anies mendukung Pramono Anung-Rano Karno, maka elektabilitas pasangan Ridwan Kamil (RK)-Suswono dapat turun drastis menjadi 40,5 persen. Sebaliknya, dukungan Anies untuk RK-Suswono dapat meningkatkan elektabilitas mereka hingga 53,7 persen. Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan margin of error 2,9 persen.
Ketergantungan pada Anies: Strategi atau Tantangan?
Para pengamat politik melihat ketergantungan calon terhadap “Efek Anies” sebagai indikasi kurangnya inovasi dalam program kampanye. Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia, berpendapat bahwa strategi ini lebih berkaitan dengan kepentingan elektoral dibandingkan dengan komitmen untuk melanjutkan kebijakan Anies. Menurutnya, calon perlu mempertimbangkan segmen pemilih lainnya, bukan hanya fokus pada pendukung Anies.
Usep Saepul Ahyar dari Populi Center juga menekankan bahwa klaim untuk meneruskan program Anies sebaiknya dilakukan secara objektif. Ia mengingatkan bahwa tidak seharusnya program-program tersebut dijadikan alat politik semata untuk menaikkan elektabilitas.
Kritik terhadap Program Anies
Walaupun Anies dikenal sebagai sosok pembaharu, beberapa programnya mendapatkan kritik tajam. Contohnya, program DP 0 persen untuk perumahan dianggap tidak berhasil memenuhi target, sementara kebijakan sumur resapan dinilai gagal dan merusak fasilitas umum. Namun, ada juga program yang sukses, seperti pengembangan transportasi umum yang mampu mengurangi kemacetan.
Oleh karena itu, calon gubernur diharapkan lebih kritis dalam memilih program yang akan dilanjutkan, sehingga tidak hanya mengandalkan nama besar Anies dalam kampanye mereka.
Dukungan Anies: Faktor Penentu atau Bumerang?
Anies Baswedan dianggap memiliki basis massa yang loyal, dan dukungannya dapat menjadi faktor penting bagi paslon yang ingin meraih kemenangan. Musfi Romdoni dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) berpendapat bahwa massa loyal Anies bisa memberikan dampak signifikan dalam pilkada.
Namun, Dedi Kurnia Syah dari Indonesia Political Opinion (IPO) mengingatkan agar calon tidak terlalu bergantung pada dukungan Anies. Publik bisa menilai langkah tersebut sebagai upaya politis tanpa substansi program yang jelas.
Harapan untuk Inovasi dalam Program
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi Jakarta, pengamat berharap bahwa para calon gubernur tidak hanya mengandalkan program Anies, tetapi juga mampu menyusun rencana yang lebih inovatif dan solutif. Selain program Anies, terdapat juga kebijakan dari gubernur sebelumnya yang dapat menjadi inspirasi.
Pada akhirnya, dukungan Anies mungkin memberikan keuntungan, tetapi visi, inovasi, dan komitmen para calon untuk menangani isu-isu krusial di Jakarta akan menjadi penentu hasil Pilkada 2024. (**)