Beranda > Opini > Selain Gas Elpiji 3 Kg, Orang Jujur Juga Langka di Negeri Ini
Selain Gas Elpiji 3 Kg, Orang Jujur Juga Langka di Negeri Ini
orang jujur langka
651
“Bangsa ini tidak kekurang orang pintar. Tapi kekurangan orang jujur”
Kasino Warkop DKI
Opini: Riski Ariani
Jelang hari raya Lebaran 2024, kita seolah ditampar dengan berbagai berita mengejutkan, yang datang dari orang-orang tak jujur di negeri ini.
Belum lama ini, santer berita soal crazy rich Jakarta Helena Lim yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi timah. Belum sampai dingin berita itu, kita kemblai dihebohkan oleh kabar suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis, yang juga terseret kasus serupa.
Harvey Moeis dan Helena Lim adalah dua di antara sekian tersangka kasus korupsi timah. Perbuatan culas mereka nilainya gila-gilaan gaes. Mencapai Rp271,06 triliun. Wow!!!
“WOW, angka yang sangat bombastis” Ujarku.
Bukan ingin menjudge seseorang, tapi apa yang mereka tunaikan tak hanya merugikan negara, namun juga semakin menyengsarakan rakyat. Mengingat uang milik negara yang seharusnya dapat dipergunakan untuk banyak orang, bahkan bisa meringankan beban hidup se-Indonesia justru hanya lari ke beberapa kantong saja.
“Naudzubillah.”
Sejatinya Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan sempurna, dari jiwa mulia dan raga lengkap, utuh nan sempurna. Manusia yang hidup di dunia akan di uji keimanannya. Saat imannya meningkat, maka amal mulia akan senantiasa dilakukannya dan mendulang pahala dari Allah Azza wa Jalla.
Sebaliknya, apabila iman manusia menurun serta berkurang, bahkan jauh dari agama, ia akan terjatuh ke dalam lembah dosa yang akan membelenggunya. Dan inilah maksud sekaligus hakikat manusia, bahwa manusia tempat salah dan dosa.
Oleh sebab itu, tiap-tiap agama selalu mengajarkan pentingnya sebuah kejujuran dalam berbuat. Tak ada agama yang mengajarkan perbuatan tercela wajib ditunaikan, semua agama pasti menginginkan pemeluknya bertindak sesuai dengan syariat dan ketentuan agamanya. Atau memang umatnya yang telah buta hati serta pikiran sehingga sudi melakukan hal-hal yang merugikan banyak orang!!!
Padahal perlu kita ketahui, fondasi kehidupan ialah sifat jujur. Tanpa kejujuran, semua yang kita dapatkan tidaklah ada artinya.
Negeri ini banyak orang cerdas, kaya raya, dan berpangkat tinggi. Akan tetapi manakala tidak jujur, buat apa???
Maka dari itu jangan pernah bosan dan capek untuk mengingatkan pentingnya sebuah kejujuran pada keluarga, sahabat, kawan, rekan, dan lain sebagainya. Meskipun upaya itu tidaklah mudah dilakukan, kecuali oleh dirinya sendiri.
Akan tetapi kita jangan pantang menyerah, teruslah berusaha agar orang-orang di sekitar kita tetap berada pada jalan kebenaran, bukan jalan kebatilan.
Seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang selalu mengamalkan nilai kejujuran hingga beliau mendapatkan gelar dari Allah dengan diberi julukan al Amin, yang artinya dapat dipercaya.
Maka dari itu kita sebaiknya menanamkan perbuatan baik tersebut di kehidupan supaya pribadi ini dan orang di sekitar kita dijauhkan dari sifat angkara murka yang selalu mengesampingkan nilai-nilai kejujuran.
Di negeri ini, lama kelamaan, bukan hanya elpiji 3 kg saja yang langka. Orang jujur juga ikutan menjadi barang langka.