Fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan intansi yang berhubungan harus bergandeng tangan untuk mewujudkan kebutuhan kesehatan masyarakat secara merata.
Hal tersebut diwujudkan Pemkab Blora dengan pihak BPJS. Ya, setelah perjuangan panjang, RSUD Samin Surosentiko Randublatung, Blora, Jawa Tengah, akhirnya resmi melayani pasien BPJS per 7 Juli 2025.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Blora dan BPJS Kesehatan Cabang Pati, yang disaksikan langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati, Kepala Dinkesda, serta sejumlah pejabat daerah.
Bupati berharap kehadiran layanan BPJS di RSUD tersebut bisa meningkatkan akses kesehatan bagi warga Blora Selatan, terutama di wilayah Randublatung dan Jati yang jumlah penduduknya mencapai lebih dari 130.000 jiwa. Sebelumnya, banyak warga harus dirujuk ke rumah sakit di Cepu atau Blora Kota.
Direktur RSUD, dr. Hartono, menyatakan kesiapan jajarannya untuk memberikan layanan terbaik. Rumah sakit yang diresmikan pada Maret 2024 ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti IGD, ICU, NICU, IBS, radiologi, laboratorium, hingga fisioterapi, dan didukung oleh empat dokter spesialis serta 68 tenaga kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto, menyebut kerja sama ini menjadi momen penting yang bertepatan dengan ulang tahun ke-57 BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang baik adalah hak fundamental warga dan menjadi tanggung jawab moral BPJS. Wahyu berharap tak ada lagi warga yang tidak terlayani, bahkan menyampaikan komitmen pribadi untuk menjemput pasien jika diperlukan.
Penandatanganan kerja sama ini menandai babak baru pelayanan kesehatan di wilayah Blora Selatan, dan diharapkan menjadi model pelayanan publik yang optimal dan inklusif di tingkat daerah.