Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menggelar rapat koordinasi pembukaan jalur pendakian pada tanggal 21 September 2020 lalu. Setelah mengelar rapat akhrinya gunung tertinggi di pulau Jawa ini akan mulai dibuka mulai 1 Oktober 2020.
Tentunya pembukaan dilakukan secara bertahap. Di antaranya TNBTS memberlakukan kuota pendakian maksimal 120 orang per hari, atau hanya 20 persen dari kuota normal 600 pendaki per hari sebelum pandemi.
Sejumlah aturan protokol kesehatan juga diterapkan di tengah Pandemi Covid-19 ini. Di mana pendaki akan dicek suhu tubuhnya di pintu masuk 2 kali, dan akan dilarang jika suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat Celcius.
Selain itu, pendaki wajib memperhatikan aturan jaga jarak. Tenda yang digunakan pendaki hanya diisi maksimal 50 persen dari kapasitas, dan jarak antar tenda minimal 2 meter.
Dilansir dari Beritajatim, Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie menyatakan batas lama pendakian yang diizinkan maksimal hanya 2 hari 1 malam.
“Syarat wajib lainnya adalah membawa surat keterangan sehat yang asli dari dokter yang menyatakan bebas ISPA, bertanda tangan dan stempel basah yang berlaku paling lama 3 hari sebelum hari H,” ungkapnya.
