Kamis, Maret 12, 2026

Tragedi Maut di Pesta Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, Tiga Orang Tewas Terinjak-injak

Rangkaian acara pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, diwarnai tragedi. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia saat menghadiri acara makan gratis di gerbang barat Alun-alun Garut, Jumat (18/7/2025).

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko, membenarkan adanya korban jiwa dalam acara tersebut.

“Baru kami terpantau, ada tiga (korban tewas. Pas pesta (kejadiannya). Saat ini ketiga korban di rumah sakit (RSUD Garut),” kata AKP Joko.

Ia juga menyebut, ada kemungkinan jumlah korban lebih dari tiga orang, meski informasi yang diterima saat ini masih tiga korban.

“Kita dengarnya baru itu (tiga korban),” ujar AKP Joko.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, turut membenarkan peristiwa itu.

“Polda Jabar membenarkan informasi ada tiga orang yang meninggal dalam kegiatan resepsi di Garut,” kata Kombes Hendra.

Salah satu korban meninggal adalah anggota Polres Garut bernama Bripka Cecep, yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas.

“Jadi anggota kami itu telah gugur atas nama Bripka Cecep, anggota Bhabinkamtibmas di Polres Garut,” ujar Kombes Hendra.

Menurut Hendra, Bripka Cecep saat itu sedang membantu warga yang berdesak-desakan untuk masuk ke pendopo.

“Setelah acara berjalan lancar, baik, tidak ada kerumunan, yang bersangkutan kemudian istirahat duduk, di saat yang bersangkutan istirahat pingsan kemudian meninggal dunia,” ujarnya.

Selain Bripka Cecep, dua orang warga juga meninggal dunia akibat insiden tersebut.

“Kami dapatkan dari Polres Garut bersama juga ada dua masyarakat yang meninggal dunia untuk identitas masih menunggu konfirmasi,” tutur Kombes Hendra.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat warga berdesakan diduga ingin masuk ke area pesta rakyat. Beberapa orang tampak sudah bergeletakan di depan gerbang pendopo, sementara polisi membantu warga keluar dari kerumunan.

Dedi Mulyadi Minta Maaf dan Santuni Korban

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas tragedi tersebut. Ia mengklaim tidak mengetahui adanya acara syukuran makan gratis yang mengundang masyarakat secara massal.

“Yang pertama, yang kegiatan di Garut hari ini acara syukuran Maula dan Putri, secara pribadi saya itu tidak tahu acara kegiatan itu. Saya hanya memahami bahwa nanti malam itu ada acara kegiatan saya bertemu keluarga dalam bentuk pentas seni,” kata Dedi di Bandung, Jumat (18/7/2025).

Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa acara syukuran tersebut mengundang warga untuk makan bersama.

“Saya tidak tahu bahwa ada acara syukuran bersama warga, kemudian warga diundang makan bersama. Tetapi, karena itu peristiwanya sudah terjadi, maka saya menyampaikan, pertama, saya menyampaikan turut berduka cita,” kata dia.

Dedi mendoakan agar amal ibadah korban meninggal dunia diterima di sisi Tuhan.

“Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, kemudian ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Yang kedua, saya juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Maula dan Putri atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut,” ungkap Dedi.

Ia menyebut sudah memerintahkan staf untuk menemui keluarga korban dan memberikan santunan.

“Saya menyampaikan, hari ini sudah saya meminta staf saya untuk segera menemui seluruh keluarganya dan menyampaikan uang duka dari saya sebagai Gubernur Jawa Barat terhadap keluarga saya hari ini yang mendapat musibah dan kami menyampaikan uang duka Rp 150 juta per keluarga,” kata dia.

Menurut Dedi, santunan itu sebagai bentuk empati sekaligus pembelajaran bagi semua pihak agar ke depan lebih memperhitungkan keamanan saat mengadakan acara publik.

“Ini adalah bagian dari empati kami dan kemudian ke depan, pembelajaran penting bagi siapapun, termasuk keluarga saya sendiri, kalau buat acara itu harus diperhitungkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, termasuk juga penyiapan pengamanan yang cukup,” ucapnya.

Ia mengimbau agar tidak menyelenggarakan kegiatan dalam ruang sempit dengan orang banyak.

“Saya bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas itu, meskipun itu dilakukan oleh kedua mempelai,” kata dia.

Dedi juga menegaskan bahwa informasi yang ia terima hingga saat ini adalah dua warga dan satu anggota polisi meninggal dunia.

“Kalau sampai hari ini saya dengar kan baru dua orang warga, satu orang anggota, tapi enggak tahu mungkin bisa berubah,” pungkasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.