Kamis, April 16, 2026

Zulhas Jadi Menko dengan Kinerja Terbaik Versi IPO

Dalam perubahan sikon perkonomian, sosial, kesehatan dan bidang-bidang lainnya di lingkungan pemerintahan, kinerja menteri Kabinet Merah-Putih selalu menjadi pusat perhatian, baik dalam masa kerja 100 hari dan setelah pelantikannya.

Selain kinerja, kebijakan baru berhasil membuat masyarakat melek, dan menyuarakan dampak positif serta negatifnya. Tak jarang dari kebijakan baru tersebut membuat masyarakat over reaksi karena kebijakan dinilai penuh kontroversial.

Di samping itu kinerja menteri yang berada di balik kebijakan dan pemerintahan baru menjadi sorotan. Baik dalam mengambil langkah, bertutur hingga bertindak langsung di lapangan. Untuk itu beberapa lembaga survei turut mengklasifikasikan penilaian masyarakat terhadap kinerja menteri dalam menjalankan tugasnya.

Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbaru bertajuk “Analisa Sosial: Persepsi Publik atas Optimisme dan Kinerja Pemerintah”. Survei ini menyoroti penilaian publik terhadap kinerja para Menteri Koordinator (Menko) di Kabinet Merah Putih, dengan fokus pada siapa yang dinilai berkinerja paling baik.

Survei dilakukan pada Mei 2025 dan melibatkan 1.200 responden. Metode pengumpulan data menggunakan teknik multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sampel bertingkat guna menjamin representasi yang menyeluruh.

Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,90% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.
Berdasarkan hasil survei, posisi tertinggi diraih oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan dengan perolehan 11,3%. Diikuti oleh Menko Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto dengan 9,9%, kemudian Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 7,0%. Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memperoleh 4,5%.

Selanjutnya, Menko PMK Pratikno memperoleh 1,9%, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar 1,7%, serta Menko Politik dan Keamanan Budi Gunawan berada di angka 1,2%. Sementara itu, sebanyak 62,5% responden menyatakan tidak tahu atau memilih untuk tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menilai hasil survei ini menunjukkan bahwa Menko Zulhas menempati posisi teratas dalam hal persepsi publik terkait kinerja menteri. Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap langkah pemerintah dalam menangani persoalan ketahanan pangan.

“Kinerja Zulkifli Hasan dalam menangani masalah ketahanan pangan dan distribusi bahan makanan selama periode yang penuh tantangan ini sangat diapresiasi oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (31/5/2025).

Dedi juga menyoroti tingginya angka responden yang tidak memberikan jawaban, yaitu mencapai 62,5%. Ia menilai hal tersebut sebagai peringatan bagi pemerintah agar meningkatkan upaya komunikasi publik.

“Ini adalah sinyal bagi pemerintah untuk lebih proaktif dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program yang dijalankan. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dilakukan oleh para menteri, agar mereka dapat memberikan penilaian yang lebih akurat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya keberlanjutan dan inovasi dalam menangani tantangan di sektor pangan.

“Kita harus ingat bahwa kinerja yang baik tidak hanya diukur dari persepsi publik, tetapi juga dari hasil nyata di lapangan. Oleh karena itu, penting bagi Menko Pangan untuk terus berinovasi dan mencari solusi yang efektif untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Dedi menyatakan bahwa temuan survei ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran Menko agar terus meningkatkan performa dan komitmen dalam melayani masyarakat.

“Kinerja yang baik harus diiringi dengan upaya yang berkelanjutan untuk mendengarkan suara masyarakat. Hanya dengan cara ini, pemerintah dapat membangun kepercayaan yang lebih kuat dan menciptakan dampak positif bagi kehidupan rakyat,” pungkas Dedi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.