MELIHAT INDONESIA, PURWOKERTO – Di tengah gempuran inovasi kuliner di Indonesia, konsep “bayar Rp20 ribu makan bakso sepuasnya” mencuri perhatian. Tak hanya soal harga yang ramah kantong, tapi juga sensasi menikmati bakso tanpa batas membuatnya semakin diminati.
Bakso dan Konsep Sepuasnya
Bakso, makanan favorit masyarakat Indonesia, dikenal dengan cita rasa gurih dan tekstur kenyalnya. Pilihan seperti bakso urat, bakso halus, hingga aneka pelengkap seperti mi, tahu, dan sayuran menjadi daya tarik utama. Dengan konsep ini, pelanggan bebas mengambil dan mencoba variasi bakso sesuai selera, menjadikannya pengalaman kuliner yang menyenangkan.
Viral di Media Sosial

Popularitas konsep ini tak lepas dari peran media sosial seperti TikTok dan Instagram. Video pengunjung yang mengambil porsi besar bakso dan menampilkan kreativitas dalam mengatur kombinasi makanannya sering kali viral. Unggahan semacam itu mendorong rasa penasaran banyak orang, sehingga tren ini dengan cepat menyebar.
Tempat Kuliner Baru yang Ramai Dikunjungi
Beberapa warung bakso yang mengusung konsep sepuasnya kini menjadi tujuan kuliner favorit. Tak hanya soal makanannya, suasana tempat yang ramah, nyaman, bahkan instagramable membuatnya cocok untuk berkumpul bersama teman dan keluarga.
Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan: apa konsep ini menguntungkan atau justru bisa merugikan penjual? Dengan harga Rp20 ribu, pengunjung yang makan dalam jumlah besar bisa saja membuat margin keuntungan menipis.
Apa pendapat Anda tentang konsep ini? Mungkinkah tren ini bertahan lama atau sekadar fenomena sesaat? (**)