
JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan tanggapannya terkait dukungan lembaganya untuk gelaran Formula E yang rencananya diselenggarakan di Jakarta pada Juni 2022 mendatang.
Erick menyampaikan banyak cabang olahraga (cabor) yang mendatanginya untuk meminta dukungan, tetapi katanya, hal itu bergantung pada penugasan dari Presiden RI.
“Jadi, banyak cabor dating ke saya (minta dukungan), tapi saya bilang mohon maaf bukannya saya tidak mau bantu, tapi penugasannya (bukan) itu,” ucap Erick di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kemarin (13/11) malam.
Erick mengatakan bahwa pihaknya saat ini ditugaskan untuk menangani gelaran MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Nah kebetulan kami dari BUMN punya tugas di MotoGP, bayangkan di Mandalika membangun airport, membangun jalan tembus, kemarin membangun sirkuit,” ujarnya.
Selain MotoGP, kementrian BUMN juga mendapat tugas tambahan untuk membantu 17 cabor lainnya sesuai dengan roadmap Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
Namun, Erick menegaskan bahwa pihaknya tidak berarti hanya mendukung beberapa cabor saja. Jika ditugaskan oleh Presiden Jokowi, katanya, akan ia jalankan.
“Bukan berarti kami tidak saling gotong royong tapi sesuai dengan penugasan saja. Jadi salam kami ditugaskan, kami akan menjalankan,” jelas Erick.
Erick juga mengaku hingga saat ini belum ada perbincangan khusus dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait dengan penyelenggaraan ajang Formula E
“Saya belum ada pertemuan serius (dengan Anies) untuk event-event,” tandasnya.
Erick menerangkan Kerjasama untuk penyelenggaraan acara internasional tidak hanya dilakukan dengan BUMN saja, tapi juga bisa dijalin dengan badan usaha swasta atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Saya rasa gini, badan usaha kan banyak, ada badan usaha swasta, badan usaha daerah dan badan usaha negara. Kebetulan saya badan usaha negara, jadi tentu selama penugasan dari Bapak Presiden karena inget visi Cuma dimiliki Bapak Presiden, kita pembantu yah kita jalankan,” pungkas Erick.