Sabtu, Mei 2, 2026

Peluru Kedaluwarsa Diduga Jadi Pemicu Ledakan dan Kebakaran Gudmurah TNI AD

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkap dugaan penyebab kebakaran gudang peluru TNI Yon Armed 7 Bekasi pada Sabtu (30/3/2024).

Jenderal Agus mengatakan, gesekan antaramunisi kedaluwarsa diduga menjadi pemicu ledakan dan kebakaran yang melanda Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Peralatan TNI AD Kodam (Paldam) milik Kodam Jaya di Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, uitu.

Amunisi-amunisi kedaluwarsa yang terbakar itu, kata Agus, hendak diledakkan atau di-disposal.

Namun, saat masih menunggu tahap verifikasi, amunisi kedaluwarsa itu keburu meledak.

Ada sekitar 65 ton amunisi, terdiri dari amunisi kaliber kecil dan amunisi kaliber besar, yang terbakar.

“Karena ini kan sedang menunggu tahap-tahap (verifikasi) tadi itu, tetapi sebelum waktunya di-disposal sudah meledak,” kata Agus saat konferensi pers di sekitar lokasi, Minggu (31/3/2024).

Kendati demikian, Panglima Agus mengatakan, penyebab kebakaran masih didalami.

“Ya masih dicari penyebabnya. Tapi, untuk penyebab kemungkinan yang tadi saya sampaikan, gesekan (amunisi) karena labil tersebut,” ujar Panglima TNI.

Agus menyebutkan bahwa peledakkan untuk memusnahkan amunisi atau disposal harus melalui verifikasi atau pemeriksaan.

“Secara sistematis sebenarnya amunisi-amunisi tersebut akan diledakkan atau di-disposal tentunya melalui sistematis, pemeriksaan,” kata Agus.

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam)/Jaya Mayjen Mohamad Hasan mengatakan, pihaknya sebenarnya telah membuat surat pengembalian atau disposal terkait amunisi kedaluwarsa itu.

“Penghapusan sebenarnya dari awal tahun kemarin tapi karena ini masih berproses,” kata Hasan saat konpers, Sabtu.

Bentuk tim investigasi
TNI pun membentuk satuan investigasi untuk menelusuri penyebab kebakaran tersebut.

“(Investigasi) secepatnya. Kami sudah ada satuan yang melaksanakan investigasi di TKP (tempat kejadian perkara). Sudah dibentuk,” kata Panglima TNI.

Panglima Agus mengatakan bahwa satuan investigasi, yang melibatkan polisi militer, sudah menyisir tempat kejadian perkara sejak Sabtu petang usai kejadian.

“Kami ada polisi militer, tim investigasi sudah ada di lokasi dari malam,” ujar Agus. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.