Jumat, Juni 12, 2026

Mengapa Setir Mobil Indonesia di Kanan? Gara-gara Kesatria Berkuda

MELIHAT INDONESIA – Lebih dari 65 persen negara di dunia menggunakan aturan setir mobil atau kendaraan beroda 4 lebih, di bagian kiri.

Sehingga, ketika berjalan menggunakan lajur kanan.

Sisanya, termasuk Indonesia, menggunakan kemudi setir kanan dengan jalur kiri.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Perbedaan posisi mengemudi bermula dari kisah para kesatria berkuda zaman dahulu yang mayoritas memegang pedang dengan tangan kanan dan bergerak di jalur kiri.

Posisi ini bertujuan untuk lebih leluasa bermanuver di atas kuda.

Posisi seperti itu yang jadi acuan awal berkendara di jalan raya, baik itu menggunakan kuda, dokar, hingga kendaraan modern.

Terlebih penggunaan posisi ini makin meluas seusai Inggris membuat aturan khusus soal posisi mengemudi dan menyebarkannya ke banyak wilayah jajahan.

Tetapi, pada abad ke-19 terjadi perubahan posisi mengemudi yang diawali oleh Prancis.

Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte melakukan perubahan posisi mengemudi menjadi setir kiri dengan jalur kanan.

Prancis yang juga punya banyak wilayah jajahan lantas menyebarkan aturan setir kiri.

Sejak itulah posisi mengemudi di dunia terbagi jadi dua: setir kanan dan setir kiri.

Indonesia mengadopsi posisi mengemudi setir kanan karena pernah dijajah oleh Belanda dan Inggris.

Kedua negara itu memang sejak awal punya aturan setir kanan, sebelum akhirnya Belanda berubah menjadi setir kiri pada 1900-an.

Hal ini berlaku juga bagi negara bekas jajahan Inggris lainnya, seperti Malaysia, India, Singapura, dan Australia. Jadi, itulah alasan kenapa Indonesia mengadopsi posisi setir kanan dan bergerak di jalur kiri. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.