Selasa, April 28, 2026

Pasar Emas di India dan Tiongkok Lesu, Bagaimana di Indonesia?

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Emas mengalami penurunan harga, setelah sebelumnya mencatatkan rekor harga tertinggi.

Meski mengalami penurunan harga, permintaan emas batangan di India dan Tiongkok tetap rendah.

Di India, para pembeli menahan transaksinya, mereka menunggu penurunan harga yang lebih besar.

Mengutip Reuters, harga emas di Tiongkok merosot selama dua minggu berturut-turut karena lesunya permintaan selama masa liburan, Sabtu (4/5/2024).

Di India, negara konsumen emas terbesar kedua dan importir terbesar emas dunia, harga domestik turun menjadi sekitar 70.500 rupee per 10 gram minggu ini, setelah mencapai rekor tertinggi 73.958 rupee bulan lalu (US$1 = 83,4682 rupee India).

“Mereka berpikir bahwa harga dapat turun tajam, mengingat kenaikan harga yang besar dalam dua bulan terakhir,” kata Ashok Jain, pemilik grosir emas yang berbasis di Mumbai.

Para pedagang emas di India menurunkan premi hingga US$1 per ons di atas harga domestik resmi – termasuk 15 persen impor dan 3 persen – pungutan penjualan, dibandingkan dengan premi minggu lalu sebesar US$5.

Minggu depan India bakal merayakan Akshaya Tritiya, festival pembelian emas terbesar kedua setelah di negara itu.

“Jika harga tetap pada level ini atau terkoreksi lebih lanjut, kita dapat melihat permintaan yang baik selama festival,” kata seorang pedagang emas batangan di sebuah bank swasta, di Mumbai.

Di lain pihak, para pedagang emas di Tiongkok mengenakan premi sebesar US$18- US$20 per ons di atas harga acuan, turun dari minggu lalu sebesar US$20-US$35.

Direktur regional MKS PAMP Tiongkok Raya, Bernard Sin, mengatakan pasar emas Tiongkok ditutup saat liburan Hari Buruh dari tanggal 1-3 Mei. Hal itu membuat volume konsumsi menurun karena minggu perdagangan yang singkat.

Di Singapura, emas batangan dijual dengan premi hingga US$2, sementara pedagang mengenakan harga premi hingga US$2,25 di Hong Kong.

Di Jepang, pedagang menjual emas dengan harga premi US$0,5-US$0,75, sedikit lebih rendah dari minggu lalu. Meskipun yen melemah dan harga emas tinggi, para trader Jepang mencatat jumlah pelanggan yang membeli emas turun selama musim liburan Golden Week 29 April – 5 Mei.

Bagimana di Indonesia?

Harga emas Aneka Tambang atau Antam terpantau turun pada perdagangan hari ini, Sabtu (4/5/2024). Emas batangan termurah ukuran 0,5 gram saat ini dibanderol Rp706.500.

Berdasarkan informasi pada laman Unit Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam berukuran 0,5 gram dibanderol Rp706.000, atau turun Rp2.500 dibandingkan harga kemarin.

Sementara harga emas Antam berukuran 1 gram kini dibanderol Rp1.313.000, atau turun Rp5.000 dibandingkan harga sesi kemarin.

Untuk emas Antam 5 gram dipasarkan Rp6.340.000, lebih murah Rp25.000 dari harga perdagangan kemarin.

Sementara harga emas Antam berukuran 1 gram kini dibanderol Rp1.313.000, atau turun Rp5.000 dibandingkan harga sesi kemarin.

Untuk emas Antam 5 gram dipasarkan Rp6.340.000, lebih murah Rp25.000 dari harga perdagangan kemarin.

Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual pada harga Rp12.625.000. Ukuran selanjutnya yang tersedia adalah emas 25 gram dengan harga sebesar Rp31.437.000.

Adapun emas berukuran 50 gram dapat ditebus seharga Rp62.795.000. Selanjutnya, untuk emas berukuran 100 gram ditawarkan seharga Rp125.512.000.

Selain itu, untuk emas Antam berukuran 500 gram memiliki banderol Rp626.820.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram dilabeli harga Rp1.253.600.000. (tim)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.