MELIHAT INDONESIA – Kejadian yang mengabarkan meninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di daerah barat laut negara itu, Minggu (19/5/2024) kemarin cukup mengejutkan publik.
Terdapat satu fakta penemu bangkai pesawat yang bersangkutan, yaitu drone super canggih, yaitu drone Bayraktar Akinci Turki yang mampu mendeteksi adanya bangkai pesawat tersebut.
Inilah spesifikasi drone tersebut. Bayraktar Akıncı adalah drone tempur canggih yang dikembangkan oleh Baykar, sebuah perusahaan teknologi pertahanan asal Turki. Akıncı merupakan salah satu drone paling canggih di dunia yang memperkuat kemampuan pertahanan udara Turki. Berikut ini adalah beberapa informasi penting mengenai Bayraktar Akıncı:
Spesifikasi dan Kemampuan Desain dan Ukuran:
Bayraktar Akıncı memiliki panjang sekitar 12,2 meter dengan lebar sayap 20 meter. Drone ini memiliki desain aerodinamis yang memungkinkan penerbangan dengan stabilitas tinggi.
Mesin: Akıncı ditenagai oleh dua mesin turboprop yang memberikan daya angkat dan kecepatan optimal. Drone ini mampu mencapai ketinggian operasional hingga 40.000 kaki (sekitar 12.192 meter).
Kecepatan dan Jarak Tempuh: Kecepatan maksimum Bayraktar Akıncı adalah sekitar 250 knot (sekitar 463 km/jam). Drone ini memiliki jangkauan operasional yang sangat luas, mampu terbang hingga 24 jam tanpa henti.
Sistem Avionik dan Sensor: Akıncı dilengkapi dengan berbagai sistem avionik canggih termasuk radar AESA (Active Electronically Scanned Array), sistem optik elektro, dan sensor inframerah. Drone ini juga memiliki kemampuan untuk melakukan pengintaian, pemantauan, dan pengenalan target secara real-time.
Persenjataan Rudal dan Bom: Bayraktar Akıncı dapat dilengkapi dengan berbagai jenis persenjataan, termasuk rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-permukaan, dan bom presisi. Beberapa senjata yang kompatibel dengan Akıncı adalah rudal SOM, MAM-L, MAM-C, dan rudal anti-tank seperti UMTAS.
Kemampuan Serangan: Drone ini dirancang untuk melakukan serangan presisi tinggi terhadap target darat dan udara. Akıncı juga memiliki kemampuan untuk menghancurkan target yang bergerak dan tetap, baik dalam kondisi siang maupun malam.
Fitur Tambahan Kecerdasan Buatan (AI): Bayraktar Akıncı dilengkapi dengan sistem AI yang memungkinkan drone ini untuk melakukan misi otonom, termasuk navigasi, identifikasi target, dan penghindaran rintangan.
Sistem Komunikasi: Drone ini memiliki sistem komunikasi yang canggih untuk koordinasi dengan unit darat dan udara lainnya.
Akıncı juga dilengkapi dengan teknologi satelit untuk operasi jarak jauh.
Penggunaan dan Pengembangan Operasi Militer:
Bayraktar Akıncı digunakan oleh Angkatan Bersenjata Turki dalam berbagai misi, termasuk operasi tempur, pengintaian, dan pengawasan.
Drone ini telah membuktikan efektivitasnya dalam konflik regional dan telah dioperasikan dalam berbagai kondisi cuaca yang ekstrem.
Bayraktar Akıncı adalah salah satu drone tempur tercanggih di dunia dengan berbagai kemampuan operasional yang luar biasa. Dengan teknologi canggih dan persenjataan yang mematikan, Akıncı memperkuat kemampuan pertahanan udara Turki dan menempatkannya di garis depan inovasi militer global. Keberhasilan pengembangan dan penggunaan drone ini mencerminkan kemajuan signifikan Turki dalam industri pertahanan dan teknologi.
Sementara diketahui Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di daerah barat laut negara itu, Minggu (19/5/2024) kemarin. Kabar kematian dua tokoh penting Negeri Persia itu dikonfirmasi setelah bangkai heli yang membawa mereka ditemukan hari ini.
Puing-puing helikopter Raisi pertama kali terdeteksi oleh drone Turki, Bayraktar Akinci, pada Senin (20/5/2024) dini hari waktu setempat. Posisi bangkai kendaraan itu ditemukan dengan menggunakan teknologi pelacak panas. Pascapenemuan posisi heli itu, otoritas Turki lalu melanjutkan informasi tersebut ke pihak berwenang Iran. (**)